MITOS/FAKTA GUNUNG RINJANI

access_time | label Berita

 

Gunung Rinjani merupakan sebuah simbol kesakralan dan mistis di Pulau Lombok baik bagi suku asli Sasak yang mayoritas beragama Islam dan bagi Suku Bali yang beragama Hindu. Mitos dan legenda, pantangan dan larangan yang berkembang menjadi kepercayaan turun temurun membuat Gunung Rinjani menjadi semakin menarik untuk dieksplorasi, terutama bagi anda pecinta alam, baik alam nyata maupun alam gaib

1.Gunung Rinjani Adalah Tempat Menunaikan Ibadah Bagi Golongan Tarekat tertentu.

Beribadah di danau segara anak

Menurut masyarakat setempat, masyarakat penganut paham tarekat menunaikan ibadah haji ke Gunung Rinjani. Orang-orang sakti dan mandera guna juga menyempurnakan ilmunya di sana. Mereka juga mengetes kekuatan keris dan senjata di beberapa pemandian/pengkereman yang ada di sekitar Danau Sagara Anak. Dan tidak jarang pula masyarakat Lombok yang melakukan tapaberata di tempat-tempat yang dianggap suci di tempat itu dan banyak lagi cerita-cerita tentang nilai mistis Gunung Rinjani yang sering beliau ceritakan kepada ku.

2. Apabila Kamu Melihat Danau Segara Anak Terlihat Luas, Maka Umurmu Akan Panjang, Begitupun Sebaliknya.

Melihat kaldera rinjani

Konon menurut masyarakat setempat, setelah kita menginjakkan kaki di puncak Rinjani, secara spontan mata akan tertuju pada sebuah kaldera yang terletak tepat di bawah kita. Danau ini menyimpan begitu banyak misteri dan kekuatan gaib. Masyarakat setempat percaya apabila kita melihat danau Segara Anak kelihatan luas berarti umur kita masih panjang, sebaliknya bila kita memandang danau Segara Anak kelihatan sempit berarti umur kita tinggal sebentar. Bangkit dari setiap masalah kita adalah hal terbaik yang harus kita lakukan. Danau Segara Anak dipercaya memberikan suatu peringatan kepada kita untuk memanfaatkan waktu kita dengan semua hal baik. Untuk itu harus melakukan pembersihan diri dengan cara berjiwa tenang, bangkit dengan semangat baru, dan pandanglah kembali danau sepuas-puasnya. Disini setiap tahun diadakan upacara adat oleh masyarakat beragama Hindu Bali ataupun masyarakat Sasak. Untuk masyarakat Hindu Bali upacara dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun sedangkan untuk masyarakat Sasak dapat mengadakan upacara adat berulang-ulang kali setiap tahunnya di Danau ini.

3. Dewi Anjani Penunggu Gunung Rinjani.

Tempat bersemayamnya Dewi anjani

Puncak Gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat bersemayam ratu jin, penguasa gunung Rinjani yang bernama Dewi Anjani. Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Pada saat-saat tertentu dengan kasat mata dapat terlihat istana Ratu Jin.

Pengikutnya adalah golongan jin yang baik-baik. Menurut kisah masyarakat Lombok Dewi Anjani adalah seorang putri raja yang tidak diijinkan oleh ayahnya menikah dengan kekasih pilihannya, maka ia pun menghilang di sebuah mata air yang bernama Mandala, dan akhirnya dia menjadi penguasa dunia gaib.

 

Tags

Penulis

joni saputra
SMKN MATESIH

Komentar