Kreatif, Tim KKN UNS Ubah Limbah Tahu menjadi Nata de Soya

access_time | label Berita

UNS – Sebuah inovasi mengubah limbah cair dari produksi tahu menjadi produk Nata de Soya telah dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta periode Januari – Februari 2020 di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Daerah Rukun Warga (RW) 1 Mojosongo merupakan sentra pembuatan tahu dan tempe yang menghasilkan produk sampingan berupa limbah padat dan cair.

Ada pun limbah padat telah dimanfaatkan menjadi tempe gembus. Sedangkan limbah cair hanya dibuang begitu saja ke sungai yang mengalir di Kelurahan Mojosongo tanpa tindakan apa pun.
“Limbah cair ini mengeluarkan bau yang tidak sedap karena masih mengandung nutrisi dari pengolahan kedelai menjadi tahu. Dari hasil pencarian kami melalui beberapa jurnal dan internet, ternyata limbah tahu tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan nata sebagaimana yang lebih populer Nata de Coco dari kelapa. Kenapa Nata de Soya? Karena cara membuatnya cukup mudah dan dapat dijual sehingga menghasilkan sumber pendapatan baru untuk warga,” ujar Maulida Siti Mukharohmah selaku koordinator desa pada Kamis (20/2/2020) saat dihubungi tim uns.ac.id.

Berdasarkan keresahan akan limbah cair tersebut, tercetuslah Nata de Soya. Nata de Soya merupakan suatu makanan yang dibuat dengan bantuan bakteri acetobacter xylinum yang bahan utamanya adalah limbah cair tahu. Terdapat proses fermentasi pula dalam pembuatannya.

“Mungkin kita lebih sering mendengar Nata de Coco. Nata de Coco dalam bahasa Spanyol secara harfiah artinya adalah krim kelapa, namun saat ini lebih dikenal bahwa Nata de Coco adalah sejenis jelly yang berasal dari fermentasi bakteri terhadap air kelapa. Nata de Soya mirip dengan Nata de Coco, hanya saja yang membedakan adalah bahan bakunya karena Nata de Coco dari kelapa, sedangkan Nata de Soya dari limbah cair tahu,” terang Maulida.

Kegiatan workshop dan sosialiasi pembuatan Nata de Soya biasanya dilakukan pada malam hari. Hal ini dilakukan, mengingat kesibukan warga yang sebagian besar bekerja sebagai pengrajin tahu dan tempe yang beraktivitas dari pagi hingga sore hari. Maka, malam hari adalah waktu yang tepat untuk mengadakan kegiatan workshop. Narasumber yang dihadirkan adalah Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc yang merupakan dosen Program Studi (prodi) Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Tentu, hambatan pun pernah ditemui dalam pembuatan Nata de Soya. Ketika praktik maupun dalam tahap percobaan menggunakan bantuan bakteri untuk membuat nata, bakteri merupakan makhluk hidup sehingga perlu dilakukan berbagai cara untuk membuat kondisinya dalam keadaan yang optimal untuk bekerja. Suhu, pH, dan lingkungan harus sesuai. Selain itu dalam membuat nata tidak dapat langsung sehari jadi namun membutuhan waktu cukup lama untuk fermentasi sekitar 7-14 hari. Humas UNS/Zalfaa

 

 

Sumber : https://uns.ac.id/id/uns-students/kreatif-tim-kkn-uns-ubah-limbah-tahu-menjadi-nata-de-soya.html

 

 

Tags

Penulis

Berita Kampus
Namaku Tom, saya akan memberikan informasi/ berita seputar kampus yang ada di Indonesia

Artikel Terkait

Komentar