7 TANDA KALIAN DEWASA SECARA MENTAL

access_time | label Opini

Bertambahnya usia merupakan hal yang ditunggu-tunggu banyak orang. Bahkan banyak orang yang terang-terangan mengungkapkan bahwa mereka ingin segera tumbuh dewasa. Mereka beranggapan bahwa menjadi sosok dewasa yang terlihat bijaksana dan berwibawa sangatlah keren. Pada dasarnya tolak ukur kedewasaan tidak hanya dilihat dari angka saja, namun juga dari cara mereka bersikap dan bertindak. Bahkan mereka yang dewasa secara umur belum tentu benar-benar mengalami kedewasaan jika dilihat dari segi mental. Lalu apa aja sih tanda-tanda seseorang dewasa secara mental? 

Pembicaraan “sederhana” sudah tidak menarik minatmu lagi

Ketika sudah mencapai kedewasaan mental, biasanya kamu semakin tidak tertarik dengan obrolan sederhana baik bersama rekan, orangtua mapun pasanganmu. Obrolan-obrolan sederhana seperti membicarakan makanan favorit, membicarakan rencana nongkrong, atau bahkan membicarakan orang lain bukanlah obrolan yang menarik lagi bagi kalian. Jika berada di situasi tersebut kalian merasa mudah jenuh dan bosan, itu tandanya kalian sudah mencapai kedewasaan secara mental. Pada fase dewasa, biasanya orang cenderung lebih tertarik dan antusias pada obrolan-obrolan yang berkualitas seperti membicarakan cita cita, tujuan hidup, progress karir, rencana hidup dan lain-lain.

Cara berpikir lebih terbuka

Ketika kamu sudah memiliki mental dewasa biasanya cara berpikirmu juga menjadi lebih terbuka. Kamu menjadi pribadi yang mudah menerima berbagai macam pandangan dan pemikiran orang lain yang berbeda denganmu. Namun menjadi orang dengan pemikiran terbuka tidak semudah yang dibayangkan. Bersikap terbuka kadang kala dapat berujung pada kebingungan karena banyaknya hal-hal baru yang perlu diketahui. Dengan berpikir terbuka, pada akhirnya akan membuat kita menjadi pribadi yang memiliki wawasan yang luas. Selain itu, dengan bersikap terbuka pada berbagai hal, kita juga bisa melatih rasa empati kita.

Tidak memaksakan cinta

Mental dewasa tidak akan membuatmu menjadi orang yang hanya memikirkan percintaan saja. Mengemis cinta dan perhatin lawan jenis dengan melakukan berbagai upaya sudah bukan lagi hal menarik dan menjadi menjadi prioritas bagimu. Selain itu, ketika sudah mencapai kedewasaan mental, kalian juga menjadi pribadi yang lebih mudah menerima berbagai penolakan.

Menerima perasaan sakit hati dan mudah memaafkan

Jika kamu menerima tindakan atau omongan yang kurang menyenangkan, namun kamu lebih memilih memaafkan daripada membalas, itu artinya kamu sudah mengalami kedewasaan secara mental. Bermental dewasa sering kali membuat kita enggan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang menghabiskan energi, salah satunya membalas perbuatan buruk orang lain pada kita karena pada dasarnya memiliki dendam pada orang lain hanya akan berujung pada kelelahan diri.

Tidak mudah men-judge orang lain

Orang yang memiliki mental dewasa biasanya akan berupaya untuk menghindarkan diri mereka dari tindakan-tindakan yang tidak penting salah satunya mengomentari hidup orang lain atau bahkan men-judge orang lain. Mereka menyadari bahwasanya melakukan hal tersebut sama sekali tidak membawa manfaat dan pengaruh apapun bagi kehidupannya. Selain itu, orang yang bermental dewasa biasanya lebih memilih fokus pada kekurangan diri daripada men-judge tindakan atau kekurangan yang dimiliki orang lain.

Kamu mencari kebahagiaanmu sendiri

Tanda jika kamu memiliki mental dewasa adalah kamu sudah tidak menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain. Sebagai contoh, kamu berani melakukan berbagai hobi atau aktivitas yang kamu sukai sendirian tanpa merasa malu dan takut karena tidak ada yang menemani. Selain itu, orang yang bermental dewasa akan memiliki prinsip bahwa kebahagiaan mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri.

Lebih memilih diam daripada terlibat dalam perkelahian yang tidak masuk akal

Tanda lain jika kamu sudah bermental dewasa adalah kamu menolak terlibat pada perdebatan atau perkelahian yang tidak masuk akal. Orang yang memiliki mental dewasa adalah orang yang mampu menahan diri untuk melakukan perkelahian atau perdebatan yang hanya membuang-buang energi. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa terlibat dalam perkalahian atau perdebatan hanya akan membuat energi mereka habis.

Gimana guys? Apakah tanda-tanda diatas sudah ada pada diri kalian?


Kredit gambar: https://id.pinterest.com/pin/21884748178936878/


Tags

Penulis

Vyta Bella

Komentar