Apakah Baik Minum Air Es Setelah Berolahraga?

access_time | label Berita

Anda juga mungkin pernah mendengar larangan untuk minum air es setelah berolahraga karena suhu tubuh jadi panas dan air es akan membuat organ-organ dalam tubuh yang tersiram ‘’kaget’’. Bila Anda minum terlalu banyak air es yang suhunya di bawah 3 derajat Celcius, memang ada kemungkinan pembuluh darah menyempit dan hal ini berisiko menyebabkan aliran darah terhenti. Namun, hal ini tak terjadi serta-merta karena adanya perubahan suhu yang mendadak terjadi. Suhu yang terlalu dingin pada dasarnya bisa mengakibatkan penyempitan dan penyusutan. Inilah sebabnya jika Anda makan es krim atau cairan yang terlalu dingin, otak Anda terasa seperti membeku. Ini adalah cara tubuh untuk mengingatkan Anda supaya jangan langsung mengonsumsi makanan atau minuman es terlalu cepat dan banyak-banyak. Maka, sebaiknya Anda menghindari minum air es yang terlalu dingin dan terlalu banyak dalam situasi apa pun.  

Mengapa air es sebaiknya tidak diminum setelah berolahraga?

Ternyata minum air es setelah berolahraga tidak dianjurkan oleh ahli kesehatan. Air es justru berisiko menimbulkan dampak-dampak yang tidak baik bagi butuh. Berikut adalah penjelasan mengapa air es sebaiknya Anda hindari setelah berolahraga.

1. Tidak cepat diserap tubuh

Berbeda dengan air dingin atau air dengan suhu ruangan, air es sulit diserap oleh tubuh Anda setelah berolahraga. Air dingin bisa melewati lambung lebih cepat sehingga air tersebut bisa dikirimkan menuju usus halus untuk penyerapan yang lebih maksimal. Setelah berolahraga, tubuh Anda lebih mudah mengalami dehidrasi karena Anda kehilangan banyak cairan lewat keringat. Maka, air es yang tidak cepat diserap tubuh justru akan membuat Anda merasa semakin haus. Anda justru lebih mudah terserang dehidrasi dan rasa kembung.

2. Buang air kecil

Minum air es bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil. Ini karena kandung kemih yang terletak persis di depan usus halus. Semakin dingin suhu usus halus Anda, urin pun akan menjadi semakin dingin dan sulit ditahan oleh kandung kemih. Jika Anda terlalu sering buang air kecil, tubuh Anda bisa kekurangan potasium dan sodium. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menambahkan sedikit garam pada air minum Anda untuk menyeimbangkan berbagai elektrolit yang hilang selama Anda berolahraga.

3. Hyponatermia

Minum air es lebih sulit menghilangkan dahaga Anda karena air es sulit diserap tubuh. Maka, beberapa orang akhirnya memilih untuk minum berbotol-botol air es sekaligus. Ternyata hal ini bisa membahayakan nyawa karena minum air terlalu banyak tanpa jeda berisiko menyebabkan hyponatermia. Hyponatermia terjadi karena sodium pada darah menurun drastis secara tiba-tiba. Sodium merupakan elektrolit yang bertugas untuk mengatur kadar air dalam tubuh. Ketika Anda kekurangan elektrolit ini, sel-sel dalam tubuh Anda bisa mengalami pembengkakan. Inilah yang pada beberapa kasus berisiko menyebabkan kematian.

Berapa suhu air yang baik untuk diminum setelah berolahraga?

Hindari air yang terlalu dingin atau terlalu hangat untuk diminum setelah berolahraga. Suhu yang direkomendasikan berkisar pada 4 hingga 15 derajat Celcius. Air dingin terbukti lebih baik bagi tubuh Anda setelah berolahraga karena lebih cepat diserap oleh tubuh dan bisa mencegah suhu tubuh Anda meningkat secara drastis. Jika tidak ada air dingin, air dengan suhu kamar bisa menjadi pilihan setelah berolahraga.



Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/minum-air-es-setelah-berolahraga/



Tags

Penulis

CASPER
SMK TAURUS

Artikel Terkait

Komentar