Guru Deliserdang Temukan Cara Hafal Rumus Matematika Pakai Mainan Ular Tangga

access_time | label Berita

Arfi mengembangkan metode belajar luas permukaan bangun datar dengan cara bermain ular tangga. Inovasi dikembangkan Afni sejak 2018 dan telah digunakan sebagai media pembelajaran matematika hampir di 50 sekolah di Kabupaten Deliserdang.

"Awalnya saya melihat ada kendala untuk memahamkan kepada siswa dalam mengingat rumus-rumus menghitung luas permukaan bangun datar. Dari situ saya mulai berpikir, apa media yang tepat untuk menstimulus para siswa untuk mengingat dalam jangka panjang," kata Arfi Wahyuni di MTs Negeri 2 Deliserdang.

Kesulitan untuk mengingat rumus menghitung luas permukaan bangun datar tersebut menjadi kendala bagi anak-anak dalam menjawab soal ujian. Padahal, pelajaran matematika ini sudah dipelajari oleh siswa saat mereka duduk di bangku sekolah dasar.

"Dari beberapa waktu berfikir tentang metode yang tepat, akhirnya saya mengadopsi metode bermain ular tangga untuk di aplikasikan dalam luas permukaan bangun datar," katanya.

Menurut Arfi dengan mengaplikasikan bentuk luas permukaan bangun datar ke dalam permainan ular tangga, secara otomatis para siswa akan mengingat rumus dalam jangka panjang.

"Dengan cara ini, anak-anak tidak perlu menghafal. Mereka dengan sendirinya akan mudah mengingat apa itu rumus layang-layang, apa itu rumus trapesium, belah ketupat dan rumus lainnya," katanya.

Selain mudah dipahami oleh para siswa, metode ini juga dapat dimainkan oleh kelompok hingga delapan orang. Setiap anak akan memainkan dadu dan hasilnya akan dihitung berdasarkan rumus masing-masing luas permukaan bangun datar.

"Jadi ketika ini dimainkan oleh anak-anak, secara otomatis mereka akan mengingat rumus setiap jenis luas permukaan bangun datar. Dan jika ada soal-soal yang berkaitan dengan hal itu, tentu anak-anak akan mudah menjawabnya," kata dia.

Untuk memainkan metode yang ditemukannya itu, Arfi terlebih dahulu menuliskan setiap rumus luas permukaan bangun datar di papun tulis. Para siswa yang akan bermain di setiap papan ular tangga yang telah diubah dengan bentuk permukaan bangun datar itu berjumlah empat sampai enam siswa.

Setiap jumlah dadu yang muncul akan dihitung menggunakan rumus masing-masing luas permukaan bangun datar. Menurutnya, jika dalam permainan ular tangga bidak akan berjalan berdasarkan jumlah dadu yang muncul, namun berbeda dengan permainan menggunakan rumus matematika.

Jalannya bidak atau gacuk pada permainan tersebut, berdasarkan hasil perhitungan jumlah dadu yang muncul, dihitung dengan rumus masing-masing bentuk luas bangun datar.

"Misalnya ketika dadu yang keluar angka dua, maka gacuk berada di kotak nomor dua yaitu di bangun segitiga. Untuk berikutnya, jika pemain mendapatkan mata dadu nilai tiga, itulah yang dijadikan nilai x atau tinggi dalam rumus menghitung bangun segitiga," kata dia.

Kemudian, sambungnya, setelah mendapat hasil dari penghitungan menggunakan rumus setiap bentuk bangun, maka bidak pun akan berjalan sesuai jumlahnya.

"Kalau dari hasil penghitungan mendapatkan hasil enam, maka bidak akan dijalankan enam langkah ke kotak lain, begitu selanjutnya," kata Arfi.

"Ketika di jelaskan sekali, kalau ada yang bertanya itu wajar. Selanjutnya saya tuliskan rumus tersebut di papan tulis. Perlahan akhirnya siswa mudah menerimanya, sebab metode belajarnya sambil bermain," kata dia.

Menurut Sri Hanifah (13), siswi Kelas VIII.7 semula dirinya kesulitan untuk menghafal rumus rumus menghitung luas permukaan bangun datar. Namun dengan permainan ular tangga, dia mudah mengingat setiap rumus.

"Awalnya agak ribet, karena permainannya ini beda dengan permainan ular tangga biasa. Tapi setelah dijelaskan dan dimainkan lebih mudah hafal," katanya.

Menurut Sri permainan Ular Tangga dengan rumus luas permukaan bangun datar telah ia mainkan sejak masih duduk di bangku kelas VII. Dampak yang ia rasakan dari metode permainan tersebut iyalah setiap rumus masing-masing luas bidang melekat di ingatannya.

"Lebih cepat hafal dan paham dengan rumusnya. Terus kalau ada soal ujian langsung ingat cara mengerjakan," kata dia.

Hal senada juga diungkap Cut Salsabilla (12), kelas VIII.7, yang mengaku sangat terbantu dengan metode melalui permainan ular tangga.

"Lebih mudah ingat rumus, dan saat memainkannya bisa ramai-ramai. Kalau sebelum ada permainan ini, payah lengket rumus masing-masing luas permukaan bangun datar," kata dia.

Tags

Penulis

Anggidwiseptiani

Artikel Terkait

Komentar