5 Misteri Unik Gunung Jayawijaya

access_time | label Berita

Gunung Jayawijaya adalah sebuah impian bagi para pendaki Asia, khususnya mereka yang bertempat tinggal di Indonesia. Sebab, puncaknya merupakan tanah tertinggi di Indonesia dan di Asia. Ketinggiannya adalah 4.884 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Berikut adalah ulasan lengkapnya :


1. Dahulu, Puncaknya Merupakan Dasar Laut
Selain keberadaan salju, keunikan lain pada puncaknya adalah kamu bisa menemukan benda-benda atau barang-barang laut di sana, seperti rumah kerang atau fosil-fosil laut lainnya. Sebab, dulunya, puncak tertinggi ini merupakan dasar lautan.
Menurut teori geologi, pada 60 juta tahun lalu, pulau Papua adalah dasar lautan yang tercipta dari unsur bebatuan sedimen. Proses pengendapan tanah yang terus menerus, dengan kecepatan yang sangat lambat, 2,5 km per juta tahun, sehingga menghabiskan waktu yang sangat lama, akhirnya membentuk daratan baru. Yaitu Papua.Kemudian, proses peningkatan daratan tersebut, yaitu proses sedimentasi yang disertai aktifitas tektonik di bawah laut mengakibatkan terbentuknya dataran tinggi atau pegunungan. Kita tahu, dalam tulisan 10 gunung tertinggi di Indonesia, 5 gunung di antaranya terletak di Papua.Fakta tersebut dapat dibuktikan dengan terdapatnya batuan klastik dan gamping di atas ketinggian 4.800 mdpl itu. Hal ini menjadikan Jayawijaya sebagai sorga bagi pecinta ilmu geologi di seluruh dunia.

Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi umur Papua dikategorikan masih muda, sehingga proses pengangkatan pulau masih berlangsung sampai sekarang. Hal ini juga alasan dari penyebutan New Guinea untuk pulau Papua. New Guinea memiliki arti 'pulau baru'. Ungkap Fransiskus Benediktus Widodo Margotomo, peraih gelar master di bidang Economic Geology dari James Cook University, Australia.

2. Satu-Satunya Tempat Bersalju di Kawasan Garis Katulistiwa
Hukum alam mengatakan bahwa mustahil untuk menemukan salju pada seluruh dataran yang merupakan garis katulistiwa, beriklim tropis, seperti Indonesia. Namun faktanya, Jayawijaya tidak menghiraukan hukum alam tersebut, kamu bisa menemukan salju dan keunikan alam di puncaknya.Fakta inilah yang mendorong banyak pendaki untuk memimpikan puncak Jayawijaya. Apakah kamu juga memimpikannya?.

3. Umur Salju di Puncaknya Akan Segera Habis
Dahulu, di Indonesia, ada 3 gunung yang memiliki salju di atas puncaknya. Yaitu gunung Trikora, Mandala dan Jayawijaya sendiri. Namun, puncak Trikora kehilangan salju pada tahun 1936 dan puncak Mandala pada tahun 2003. Tersisalah puncak Jayawijaya yang masih memiliki salju sampai hari ini.
Namun, para peneliti meramal bahwa salju di puncak Jayawijaya, sedikit perlahan, akan ikut lenyap. Bukti dari citra satelit menunjukan bahwa salju di puncak itu mencair dengan cepat. Pada tahun 2010, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Lonnie Thompson menyebutkan bahwa setiap tahunnya, salju tersebut menipis setebal, kurang lebih, 5 meter.


4. Mengalami Penurunan
Pada tahun 1936, saat masih ditutupi salju sepenuhnya, puncak ini memiliki ketinggian lebih dari 5.000 mdpl. Karena mengalami pencairan salju, hari ini, puncaknya setinggi, kurang lebih, 4.862 mdpl.Orang yang pertama kali mendaki Jayawijaya adalah Frits Julius Wissel, Anton Colijn dan Jean Jacques Dozy. Kala itu, mereka diperkasai oleh Belanda.


5. Dahulu, Dia Lebih Dikenal Dengan Sebutan Cartenz Pyramid
Pada masa penjajahan Belanda, Jayawijaya bernama Cartenz Pyramid. Nama ini merupakan bentuk perhormatan kepada orang yang pertama kali menemukan gunung tersebut, pada tahun 1623, yakni seseorang berbangsa Belanda, bernama Cartenz.Kemudian, namanya berubah menjadi puncak Soekarno. Setelah terjadinya pembebasan Papua, Ir.Sukarno sendiri merubah namanya kembali menjadi Jayawijaya. Berikut adalah nama lain dari Cartenz Pyramid.

  • Nemangkawi
  • Ngga Pulu
  • Piramida Cartensz
  • Puncak Jayadikusuma
  • Ndugundugu

Tags

Penulis

Azis Maulana
SMKN 2 Karanganyar

Artikel Terkait

Komentar