8 Kata Kotor Bahasa Jepang Yang Terlarang Untuk Diucapkan

access_time | label Berita

8 Kata Kotor Bahasa Jepang Yang Terlarang Untuk Diucapkan

Kata kotor atau lebih sering dikenal dengan sebutan “misuh” merupakan salah satu bentuk sumpah serapah. Yang biasanya dikeluarkan oleh orang yang sedang marah atau merasa jengkel. Di Indonesia misalnya, ada berbagai kata kotor yang diserap dari berbagai bahasa.

Di jepang ternyata juga ada lho, beberapa kata kotor yang biasa keluar mewakili rasa jengkel mereka. Kata ini, seperti prinsip kesopanan di negara-negara manapun. Kata kotor dalam bahasa jepang ini juga sejatinya terlarang untuk diucapkan di depan umum. Sebagai bahan pembelajaran, mimin susun berdasarkan kata dengan level “biasa” sampai yang paling “kasar” atau “terlarang” deh.

Tapi jangan ditiru ya, Gunakanlah isi artikel ini dengan bijak sebagai ilmu pengetahuan saja. Tidak untuk dipraktekkan. Oke?  Yuk kita simak list berikut:

  • 1 – Uzai (うざい)

Sebenarnya berasal dari kata “urusai” yang berarti “berisik/mengganggu/annoying“. Namun, berubah menjadi slang yang lebih simple dan digunakan untuk misuh kategori ringan. 

  • 2 – Baka, Aho (バカ、アホ)

Dua kata ini memiliki arti yang kurang lebih sama, yaitu “bodoh”. Biasanya digunakan oleh anak-anak muda yang tidak ingin misuh tapi saking jengkelnya tetep ingin berkata kasar. Kalau di anime-anime mungkin kalian sering dengar kata ini ditambahin dengan embel-embel –yarou (contoh: bakayarou, kono ahoo) sebagai bentuk rasa kesal kepada lawan bicara.

  • 3 – Kichigai, Kasu (キチガイ、カス)

Versi yang lebih kasar dari baka atau aho. Kalau di inggriskan maknanya “useless, carzy”.Merupakan kata kotor yang mengarah pada penyebutan sakit mental. Tapi meskipun lebih kasar dari baka, kalian tidak akan pernah mendengar kata ini di media jepang karena tidak terlalu eksis digunakan.

  • 4 – Abazure, Yariman (あばずれ、やりまん)

Yang ini lebih serius. Jangan sampai kalian mengatakannya, apalagi di depan seorang wanita.  Abazure atau Yariman merupakan pisuhan yang digunakan untuk merendahkan perempuan. Memiliki makna b*tch, sl*t, atau kalau di dalam bahasa jawa sama kayak l*nte.

  • 5 – Shine (死ね!)

Umpatan nomor 4 ini sebenarnya malah umpatan yang paling umum. Akiba-chan dan akiba-kei bisa menemuinya dalam percakapan sehari-hari baik di manga, anime maupun film. Apalagi kalau sedang adegan berantem. Pasti sering banget denger kata yang bermakna “mati kau!!”.

  • 6 – Chikuso (畜生)

Ungkapan kata kotor yang lebih kearah sebal. Biasanya diucapkan karena iri dan sedang sendirian. Atau saat kalah dari orang lain tapi tidak secara langsung di depan lawannya. Namun kata yang memiliki makna son of b*tch ini juga kerap mewakili perasaan seseorang yang nggak ngerti harus ngapain.

  • 7 – Kusottare (くそったれ)

Sama seperti shine, kusottare juga sering keluar saat dua orang atau lebih sedang mengalami pertangkaran hebat. Bedanya, kata ini mewakili makna sebal yang setara dengan chikuso. Dan diucapkan langsung sebelum/saat berkelahi. Orang barat sering mengartikannya sebagai jerk, bastard, atau shit. Kata kotor nomor 3 dan 2 ini sangat jarang keluar pada media dan biasanya tidak lulus sensor. 

  • 8 – Manko (まんこ)

Secara literal memiliki arti kelamin wanita. Namun bila disejajarkan dengan pisuhan internasional, kata ini setara dengan janc*k atau f*ck. Kata ini sangat amat terlarang dan bila diucapkan sangat melanggar etika kesopanan. Apalagi di depan umum. Maka dari itu hanya orang-orang dewasa yang sedang bertengkar atau anak-anak muda terlampau nakal yang berani berkata sekasar ini.

Jadi Kita sudah mengetahui apa saja kata kotor yang tidak boleh ditiru/diucapkan secara sembarangan di jepang. Apalagi oleh orang asing yang sok-sokan ngerti bahasa jepang. Jangan sampai deh ya. Bisa-bisa kalian diajak duel tanpa ngerti duduk permasalahannya. 

Tags

Penulis

jafar

Artikel Terkait

Komentar