Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Abstrak Perancangan Buku Cerita Bergambar Analogi Cerita Rakyat Bujang Nadi Dare Nandung Sambas Kalimantan Barat
Adini Altaria NIM. (2014) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Tahap proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal ini, sangat erat kaitannya dengan unsur-unsur budaya yang menjadi tolak ukur dalam pembuatan sebuah karya. Cerita rakyat adalah salah satu bentuk karya yang lahir dan berkembang dalam suatu masyarakat, yang kemudian diwariskan secara turun temurun sehingga menjadi warisan kekayaan budaya daerah. Bujang Nadi Dare Nandung adalah salah satu cerita rakyat yang populer dikalangan masyarakat Sambas, Kalimantan Barat. Cerita ini mengangkat nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam berkehidupan, khususnya contoh perilaku bagi anak-anak. Disamping itu, cerita Bujang Nadi Dare Nandung ini juga dapat dijadikan sebagai bahan ilmu pengetahuan sejarah kerajaan bagi anak-anak, karena juga menceritakan tentang sejarah kerajaan Sambas, di Kalimantan Barat. Permasalahan yang ada adalah mengenai pengetahuan masyarakat khususnya anak-anak di Sambas, Kalimantan Barat tentang cerita rakyat Bujang Nadi Dare Nandung sangat minim, serta tidak adanya media yang dibuat khusus untuk anak-anak mengenai cerita rakyat Bujang Nadi Dare Nandung ini. Dalam cerita Bujang Nadi Dare Nandung, juga mengandung unsur kekerasan yang tidak baik diketahui oleh anak-anak. Sehingga dalam hal ini, diberikan solusi yaitu dengan menganalogikan cerita Bujang Nadi Dare Nandung, agar unsur kekerasan tersebut dapat direduksi, berupa perancangan buku cerita bergambar analogi cerita rakyat Bujang Nadi Dare Nandung.
Ringkasan Alternatif
Stage of the design process generally takes into account aspects of function, aesthetics and various other aspects, which are usually obtained from the research data, ideas, and of pre-existing design. In this case, itÂ’s closely associated with elements of a culture that became a benchmark in the making of a masterpiece. Folklore is the one of creation that was born and evolve in a society, that inherited hereditary to become a legacy of cultural wealth of the region. Bujang Nadi Dare Nandung is a popular folklore among the community of Sambas, West Borneo. The story was picked up the values that could be made example of life, especially the example of behavior for children. Beside that, the story of Bujang Nadi Dare Nandung also could be the history of SambasÂ’s kingdom for children, because it also tells about the history of SambasÂ’s kingdom in West Borneo. There are problems about the less of society knowlegde, specially on children in Sambas, West Boneo about Bujang Nadi Dare NandungÂ’s folklor, and thereÂ’s no media that was made for children about Bujang Nadi Dare NandungÂ’s folklor. The Story of Bujang Nadi Dare Nandung also has violence substance thatÂ’s not good for children. So, the solution that writer gave is making an analogy of Bujang Nadi Dare NandungÂ’s story, it for reducing the violence substance, with making a picture book of analogy Bujang Nadi Dare NandungÂ’s folklor.
Sumber