Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Alat Manajemen Antre yang Mendukung Kegiatan Physical Distancing berbasis Internet of Things (IoT)
Muhammad Malvin Malik (2021) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Physical distancing atau pembatasan jarak fisik adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran infeksi virus Corona dan mencegah COVID-19. Kegiatan ini berpengaruh pada aktivitas kita sehari-hari, salah satunya adalah mengantre. Aktivias mengantre biasanya ditemui pada pelayanan masyarakat, transportasi, dan pertokoan. Upaya yang digunakan untuk melakukan kegiatan physical distancing pada saat mengantre saat ini dengan cara memberi jarak antar pengantre dan batasan ruang tunggu. Upaya ini masih menimbulkan interaksi sosial dan menyebabkan berkurangnya jumlah volume di ruang tunggu dan memperpanjang antrean, sehingga pengantre harus menunggu di luar. Hal ini tentunya membuat pengantre merasa tidak nyaman dan aman. Sehingga pengantre yang tidak kebagian tempat diruang tunggu tidak dapat tempat yang aman untuk menunggu antrean. Dengan adanya sistem pemantauan proses antrean, batasan ruang tunggu, dan kondisi ruang tunggu, pengantre dapat menunggu antrean di tempat yang lebih aman dan nyaman, seperti di kendaraan masing-masing atau tempat yang lebih sepi. Alat tersebut terdiri dari panel LED matrikx P10 untuk menampilkan nomer antrian, speaker untuk memanggil pengantri, sensor suhu DHT11 dan ESP32cam untuk mengetahui kondisi ruang tunggu, serta mikrokontroller arduino yang berkomunikasi dengan modul NodeMcu sebagai perangkat yang mengolah serta menyambungkan mikrokontroler ke jaringan internet. Perangkat juga dilengkapi jaringan radio antar perangkat remote oprator dan display agar meminimalisir penggunakan kabel. Selain itu, terdapat fitur monitoring berupa pemantauan nomor antrean, memonitor jumlah pengantre, batasan ruang tunggu dan kondisi ruang tunggu antrean dengan rata-rata delay 2,53 detik. Semua data akan dibaca oleh pengantre melalui smartphone android. Sehingga, alat manajemen antrean berbasis internet of things ini dapat mendukung kegiatan physical distancing.
Ringkasan Alternatif
Physical distance or management of physical distance is an innovation to control the spread of the Corona virus and prevent COVID-19. This activity affects our daily activities, one of which is queuing. Queueing activities are usually found in community services, transportation, and shops. Preventive health protocol only applied physical activity distance when queuing by giving waiting distance between queues and space boundaries. This effort still creates social interaction and causes a reduction in the volume in the waiting room and waiting in line, so that the queue has to wait outside. It surely makes the queue feel uncomfortable and unsafe. So that the queue who does not get a place in the waiting room cannot find a safe place to wait in line. With a queuing system that includes space limitations, and waiting room conditions monitoring, people can wait their turn at a safer and more comfortable place, such as in their own vehicles or a quieter place. The tool consists of a P10 matrix LED panel to display the queue number, a speaker to call the queue, a DHT11 and ESP32cam temperature sensor to see the condition of the waiting room. Microcontroller communicates with the NodeMcu module then processes and connects the microcontroller to the internet network. The device is also equipped with a radio network between remote operators and displays in order to minimize the use of cables. In addition, there is a monitoring feature in the display of active queuing numbers, waiting list, waiting room limits and waiting room conditions for queues with an average delay of 2,53 seconds. All data can be read by the user via an android smartphone. So that this internet of things-based management tool can support physical distancing activities.
Sumber