Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISA BIAYA PROYEK REHABILITASI GEDUNG FAKULTAS SYARIAH PERGURUAN TINGGI AGAMA IAIN SUNAN GUNUNG DJATI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM.
BIEBIET SOISMAWAN (2005) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Semakin pesatnya perkembangan dunia pendidikan sering kali kita menemukan berbagai proyek pengembangan sarana-sarana yang dibutuhkan untuk berlangsungnya jalannya pendidikan.
Proyek rehabilitasi gedung ruang kuliah Fakultas Syariah adalah salah satu contoh pengembangan sarana pendidikan. Proyek rehabilitasi gedung ini dikerjakan oleh CV KENANGAN yang meliputi bangunan tiga lantai, dari perencanaan jadwal proyek yang telah dibuat oleh manajer teknik didapatkan perkiraan waktu pelaksanaan proyek selama 120 hari kalender dengan total biaya proyek sebesar Rp 402,671,226.54 setelah mengalami proses pemendekan waktu (crash program) maka biaya proyek yang didapat sebesar Rp 402,098,902.00 Dengan waktu proyek selama 116 hari kalender.
Dari sini terlihat jelas bahwa waktu proyek dapat di persingkat selama 4 Hari, sehingga perusahaan kontraktor dapat menghemat biaya sebesar Rp 572,324.50 yang diperoleh dari pengurangan total ongkos proyek sebelum dilakukan crashing. Proses pemendekan waktu ini hanya dilakukan pada kegiatan yang terletak dilintasan kritis saja. Dengan melihat perubahan dari CCUT yang terkacil, keuntungan yang diperoleh dari proses pemendekan waktu ini adalah pengurangan waktu pengerjaan proyek, sehingga dapat menghasilkan biaya proyek yang optimal.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode lintasan kritis atau Critical Path Methode (CPM) akan didapatkan waktu proyek yang lebih singkat dengan menggunakan ongkos proyek yang lebih rendah.
Ringkasan Alternatif
Semakin pesatnya perkembangan dunia pendidikan sering kali kita menemukan berbagai proyek pengembangan sarana-sarana yang dibutuhkan untuk berlangsungnya jalannya pendidikan.
Proyek rehabilitasi gedung ruang kuliah Fakultas Syariah adalah salah satu contoh pengembangan sarana pendidikan. Proyek rehabilitasi gedung ini dikerjakan oleh CV KENANGAN yang meliputi bangunan tiga lantai, dari perencanaan jadwal proyek yang telah dibuat oleh manajer teknik didapatkan perkiraan waktu pelaksanaan proyek selama 120 hari kalender dengan total biaya proyek sebesar Rp 402,671,226.54 setelah mengalami proses pemendekan waktu (crash program) maka biaya proyek yang didapat sebesar Rp 402,098,902.00 Dengan waktu proyek selama 116 hari kalender.
Dari sini terlihat jelas bahwa waktu proyek dapat di persingkat selama 4 Hari, sehingga perusahaan kontraktor dapat menghemat biaya sebesar Rp 572,324.50 yang diperoleh dari pengurangan total ongkos proyek sebelum dilakukan crashing. Proses pemendekan waktu ini hanya dilakukan pada kegiatan yang terletak dilintasan kritis saja. Dengan melihat perubahan dari CCUT yang terkacil, keuntungan yang diperoleh dari proses pemendekan waktu ini adalah pengurangan waktu pengerjaan proyek, sehingga dapat menghasilkan biaya proyek yang optimal.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode lintasan kritis atau Critical Path Methode (CPM) akan didapatkan waktu proyek yang lebih singkat dengan menggunakan ongkos proyek yang lebih rendah.