Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI HONEYPOT MENGGUNAKAN KIPPO SEBAGAI PENUNJANG KEAMANAN JARINGAN TRI HANDOYO SAPUTRO 1010651077 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2015 PERNYATAAN
TRI HANDOYO SAPUTRO (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Honeypot merupakan sebuah sistem yang di bangun agar menyerupai sistem yang sesungguhnya dengan tujuan agar para attacker teralih perhatiannya dari sistem utama yang akan di serang, dan beralih menyerang ke sistem palsu tersebut. Kippo Honeypot merupakan salah satu yang termasuk kategori low-Interaction Honeypot. Kippo sendiri merupakan sebuah program yang dirancang menggunakan bahasa pemrograman python untuk mengemulasi shell. Pada penelitian ini berkaitan dengan analisis dan implematasi honeypot kippo yang mampu memberikan laporan aktivitas serangan brute-force kepada administrator,sehingga dapat mendeteksi serangan yang terjadi terhadap jaringan.
Teknik brute-force memang merupakan sebuah teknik usang yang masih sering menjadi andalan para pelaku cybercrime dalam mencari hak akses utama menuju suatu aplikasi komputer. Brute force bekerja dengan cara menginputkan semua kombinasi username dan password secara acak dalam jumlah banyak dan dalam kurun waktu yang cepat untuk mendapatkan kombinasi username dan password yang memang telah tercatat oleh sistem yang akan diserang.
Ringkasan Alternatif
Honeypot is a system that is built to resemble the actual system, with the aim that the attacker distracted from the main system to be in attack, and switch the attack to a false system. Kippo Honeypot is one that includes the category of low-Interaction Honeypot. Kippo it self is a program designed using python programming language to emulate shell. In this research with the analysis and implementation Kippo honeypot that can provide activity reports brute-force attack to administrators, so it can detect attacks against the network.
Brute-force technique is an old technique that is often a mainstay of the perpetrators of cybercrime in finding the right main access to a computer application. Brute-force works by menginputkan all combinations of usernames and passwords randomly in large quantities and within a short time to get a username and password combinations that are already recorded by the system to be attacked.