Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DAN MULTI-ATRIBUTE UTILITY THEORY MENGGUNAKAN PEMODELAN
UNIFIED MODELLING LANGUAGE
(Study Kasus Penentuan Keputusan Permohonan Kredit di Bank)
LILI SOMANTRI (2005) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan pengambil keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat. Penggunaan komputer telah berkembang dari sekedar pengolahan data ataupun penyajian informasi bagi manajemen, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan pilihan sebagai pendukung pengambilan keputusan yang dapat dilakukan oleh manajemen. Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya perkembangan teknologi perangkat keras, yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak, serta kemampuan perakitan dan penggabungan beberapa teknik pengambilan keputusan ke dalamnya. Integrasi dari perangkat keras, perangkat lunak, dan proses keputusan tersebut menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan cermat.
Peminjaman uang atau yang diistilahkan kredit bank merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan bank kepada nasabah. Terutama bagi nasabah yang berwira usaha, tentu membutuhkan modal untuk meningkatkan usahanya. Namun tidak sembarang nasabah bisa meminjam uang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan dari pihak bank dalam memberikan pinjaman. Khususnya bagi nasabah yang bergerak dalam suatu perusahaan, terutama bagi perusahaan menengah ke bawah.
Melihat kondisi di atas sangat tepat apabila dibangun sebuah SPPK (Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan) dalam proses permohonan kredit perbankkan. Dengan menggunakan SPPK, proses keputusan yang ingin didapat akan menjadi lebih cepat dan akurat. Baik perhitungan maupun penyimpanan datanya.
Ringkasan Alternatif
Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan pengambil keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat. Penggunaan komputer telah berkembang dari sekedar pengolahan data ataupun penyajian informasi bagi manajemen, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan pilihan sebagai pendukung pengambilan keputusan yang dapat dilakukan oleh manajemen. Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya perkembangan teknologi perangkat keras, yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak, serta kemampuan perakitan dan penggabungan beberapa teknik pengambilan keputusan ke dalamnya. Integrasi dari perangkat keras, perangkat lunak, dan proses keputusan tersebut menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan cermat.
Peminjaman uang atau yang diistilahkan kredit bank merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan bank kepada nasabah. Terutama bagi nasabah yang berwira usaha, tentu membutuhkan modal untuk meningkatkan usahanya. Namun tidak sembarang nasabah bisa meminjam uang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan dari pihak bank dalam memberikan pinjaman. Khususnya bagi nasabah yang bergerak dalam suatu perusahaan, terutama bagi perusahaan menengah ke bawah.
Melihat kondisi di atas sangat tepat apabila dibangun sebuah SPPK (Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan) dalam proses permohonan kredit perbankkan. Dengan menggunakan SPPK, proses keputusan yang ingin didapat akan menjadi lebih cepat dan akurat. Baik perhitungan maupun penyimpanan datanya.