Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS DAN PEMBUATAN APLIKASI KOMPRESI VIDEO BERBASIS STANDAR PENGKODEAN VIDEO H.264
MUHAMMAD KURNIA (2006) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Kebutuhan bandwidth untuk proses konferensi video sangat berpengaruh besar, karena bandwidth yang dipakai memerlukan kapasitas yang besar bagi berjalannya konferensi video. Secara umum ada dua kebutuhan bandwidth yang perlu di penuhi, yaitu: kebutuhan bandwidth untuk mengirimkan sinyal gambar / video dan kebutuhan bandwidth untuk mengirimkan sinyal suara / audio. Standar H.264 dipublikasikan oleh Motion Picture Expert Group (MPEG) dan Video Coding Expert Group (VCEG) untuk mendukung aplikasi konferensi video maupun video telephony. H.264 di arahkan untuk pengkodean video untuk kecepatan rendah antara 20 – 30 Kbps. Secara umum pola kerja H.264 adalah sebagai berikut. Video yang terdiri dari serangkaian frame akan ditangkap di pengirim menggunakan alat penghasil video dan di enkode (kompresi) dengan video enkoder. Aliran data video yang berupa bit – bit stream kemudian dikirimkan melalui jaringan atau saluran telekomunikasi dan di penerima didekode (dekompresi) menggunakan video dekoder menjadi serangkaian frame video yang kemudian akan di tampilkan di layar.
Ringkasan Alternatif
Kebutuhan bandwidth untuk proses konferensi video sangat berpengaruh besar, karena bandwidth yang dipakai memerlukan kapasitas yang besar bagi berjalannya konferensi video. Secara umum ada dua kebutuhan bandwidth yang perlu di penuhi, yaitu: kebutuhan bandwidth untuk mengirimkan sinyal gambar / video dan kebutuhan bandwidth untuk mengirimkan sinyal suara / audio. Standar H.264 dipublikasikan oleh Motion Picture Expert Group (MPEG) dan Video Coding Expert Group (VCEG) untuk mendukung aplikasi konferensi video maupun video telephony. H.264 di arahkan untuk pengkodean video untuk kecepatan rendah antara 20 – 30 Kbps. Secara umum pola kerja H.264 adalah sebagai berikut. Video yang terdiri dari serangkaian frame akan ditangkap di pengirim menggunakan alat penghasil video dan di enkode (kompresi) dengan video enkoder. Aliran data video yang berupa bit – bit stream kemudian dikirimkan melalui jaringan atau saluran telekomunikasi dan di penerima didekode (dekompresi) menggunakan video dekoder menjadi serangkaian frame video yang kemudian akan di tampilkan di layar.
Sumber
Judul Serupa
- ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI KONFERENSI VIDEO BERBASIS STANDAR PENGKODEAN VIDEO H.263