Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Dan Perancangan Site-To-Site Virtual Private Network (VPN) Berbasis IP Security Menggunakan Mikrotik Router Operating System
Rizki Aris Prasetyo NIM. (2010) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah teknologi komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk dapat terkoneksi ke jaringan publik dan menggunakannya untuk dapat bergabung dengan jaringan lokal. Dengan menggunakan VPN, keuntungan yang diperoleh dari implementasi VPN adalah peningkatan keamanan dalam komunikasi data, meminimalisir biaya pembangunan jaringan dan biaya operasioanal, mempermudah dalam perluasan konektivitas jaringan komputer secara geografis (skalabilitas) dan menyederhanakan topologi jaringan.
Site-to-site VPN merupakan salah satu jenis implementasi dari VPN yang fungsinya untuk menghubungkan dua atau lebih tempat yang letaknya berjauhan, seperti halnya kantor pusat dengan kantor cabang, sebah perusahaan dengan mitra kerjanya. Untuk peningkatan keamanan yang menjadi keunggulan VPN, tidak terlepas dari peran protokol yang memiliki kemampuan sangat baik yaitu IP Security. IP Security adalah sebuah protokol yang sudah mendukung sistem authentikasi menggunakan algoritma MD5 dan enkripsi menggunakan algoritma 3DES.
Dalam implementasinya, VPN di implementasikan dengan menggunakan server mikrotik router operating system. Mikrotik adalah adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IP Network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. Untuk dapat menjadikan mikrotik sebagai server VPN, diperlukan konfigurasi yang meliputi konfigurasi IP Pool, konfigurasi IP Routes, konfigurasi PPP, konfigurasi DHCP Server, konfigurasi firewall NAT masquerade dan NAT By Pass dan konfigurasi IP Security.
Untuk mengukur dari sisi koneksi dan kehandalan VPN, dibutuhkan beberapa skenario yang nantinya akan menjadi bahan analisa, yaitu akan dilakukan perbandingan antara layanan VPN dan layanan tanpa VPN. Dari analisa tersebut, didapat kesimpulan bahwa ketika VPN di implementasikan dengan menggunakan protokol IP Security, data yang berjalan didalam tunnel tidak dapat dimonitoring dikarenakan data tersebut telah mengalami kompresi dan enkripsi.
Ringkasan Alternatif
Virtual Private Network (VPN) is a communications technology that enables users to be connected to a public network and use it to join the local network. By using a VPN, the benefits derived from implementing a VPN is the improvement of security in data communications, network development costs and minimize operational costs, facilitate the expansion of computer networks in a geographic connectivity (scalability) and simplifies the network topology.
Site-to-site VPN is one type of VPN implementations that function to connect two or more places are located far apart, like the central office with branch offices, the company, sat with his partner. To increase the safety benefits of a VPN, not irrespective of the protocols that have very good capabilities of IP Security. IPsec is a protocol that supports authentication system using the MD5 algorithm and 3DES encryption algorithm.
In implementation, the VPN is implemented by using a router mikrotik server operating system. Mikrotik is the operating system and software that can be used to make the computer into a powerful network router, includes various features that are made for IP Network and wireless networks, suitable for use by ISPs and hotspot providers. To be able to make Mikrotik as VPN server, the necessary configuration that includes IP Pool configuration, the configuration of IP Routes, PPP configuration, configure the DHCP Server, NAT firewall configuration and NAT masquerade By Pass and IPsec configuration.
To measure the reliability of the connection and the VPN, it takes a few scenarios that will become a material analysis, which will be the comparison between the VPN services and service without a VPN. From this analysis, concluded that when the VPN is implemented by using IP Security protocol, the data that runs inside the tunnel can not be monitored because the data has undergone compression and encryption.