Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ARTHRITIS GOUT AKUT PADA PENDERITA ARTHRITIS GOUT AKUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALISAT KABUPATEN JEMBER
UMARUL FARUQ (2017) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendian, asam urat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama pada usia 30-50 tahun. Penderita asam urat mencapai 90% pasien gout primer adalah laki-laki berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada perempuan umumnya terjadi setelah menopause. Penelitian ini menggunakan desain corelation dengan pendekatan crosssectional bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi kejadian arthritis gout akut. Populasi dalam penelitian ini adalah warga dusun kidul Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember sejumlah 31 orang yang semuanya dijadikan sampel penelitian. Teknik pengambilan data masing-masing variabel menggunakan kuisioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 variabel, yang paling dominan adalah faktor pola makan. 29% (9 orang) dengan kebiasaan pola makan berat, hasil uji statistik spearman rho (α =0,05) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian arthritis gout akut di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember (p value = 0,014). Kejadian arthritis gout akut dipengarui oleh pola makan yang tidak terkontrol. Berdasarkan data tersebut maka, penderita arthritis gout akut harus mengkontrol pola makan yang buruk. Terutama makanan yang banyak mengandung purin, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masing-masing individu.
Ringkasan Alternatif
Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendian, asam urat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama pada usia 30-50 tahun. Penderita asam urat mencapai 90% pasien gout primer adalah laki-laki berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada perempuan umumnya terjadi setelah menopause. Penelitian ini menggunakan desain corelation dengan pendekatan crosssectional bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi kejadian arthritis gout akut. Populasi dalam penelitian ini adalah warga dusun kidul Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember sejumlah 31 orang yang semuanya dijadikan sampel penelitian. Teknik pengambilan data masing-masing variabel menggunakan kuisioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 variabel, yang paling dominan adalah faktor pola makan. 29% (9 orang) dengan kebiasaan pola makan berat, hasil uji statistik spearman rho (α =0,05) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian arthritis gout akut di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember (p value = 0,014). Kejadian arthritis gout akut dipengarui oleh pola makan yang tidak terkontrol. Berdasarkan data tersebut maka, penderita arthritis gout akut harus mengkontrol pola makan yang buruk. Terutama makanan yang banyak mengandung purin, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masing-masing individu.
Sumber