Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Hubungan Modal Kerja Dengan Tingkat Pengembalian Aset Pada Koperasi Simpan Pinjam Rukun Mekar Periode 2004 - 2013
Lina Noviana NIM. (2014) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Modal kerja mempunyai hubungan yang erat dengan kegiatan operasi sehari-hari, karena selalu dibutuhkan untuk pembelanjaan kegiatan koperasi secara terus menerus. Modal kerja yang cukup, memungkinkan bagi koperasi untuk beroperasi seekonomis mungkin dan koperasi tidak mengalami kesulitan atau menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena ada krisis atau kekacauan keuangan. Kelangsungan hidup (going Corcern) koperasi dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain profitabilitas perkoperasian itu sendiri. Tujuan yang paling mendasar dari operasi perkoperasian adalah memperoleh laba yang optimal. Salah satu indikator keberhasilan suatu koperasi adalah tingkat pengembalian aset (ROA). Tingkat pengembalian aset (ROA) yaitu tingkat profitabilitas yang dikaitkan dengan penggunaan asset. Kedua variabel penelitian ini pada umumnya dianggap memiliki hubungan satu sama lainnya antara modal kerja (variabel X atau variabel independen), dengan tingkat pengembalian aset (ROA) sebagai variabel Y (variabel dependn).Penelitian ini dilakukan di Koperasi Rukun Mekar Bandung, dengan menggunakan data laporan keuangan pada periode 2004 - 2013, pengambilan data menggunakan teknik pengumpulan data secara time series yaitu pengumpulan data secara berkala/ per tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif verifikatif, dengan melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengembalian aset (ROA) dengan menggunakan alpha 5%. berdasarkan analisis korelasi mengindikasikan bahwa modal kerja memiliki hubungan negatif (berbanding terbalik) dengan tingkat pengembalian aset yaitu, jika modal kerja meningkat maka tingkat pengembalian aset menurun.
Ringkasan Alternatif
Working capital had close links with the activities of daily operation, because it is always needed for cooperative activities for purchases continuously. Sufficient working capital, make it possible for co-operatives to operate seekonomis and cooperatives may have no trouble or faced the dangers that may arise because there is a crisis or a financial mess. Survival (going Corcern) cooperatives are influenced by many things, including the profitability of perkoperasian itself. The most basic purpose of operation perkoperasian was getting the optimal profit. One indicator of the success of a cooperative is the rate of return on assets (ROA). The return on assets (ROA) of level of profitability that is associated with the use of the asset. Both variables this research is generally considered to have a relationship with each other between the working capital (variable X or independent variable), with a rate of return on assets (ROA) as the variable Y (dependn variable).This research is done in cooperative Rukun Mekar Bandung, using data of financial statements in the period 2004-2013, data retrieval using the technique of collecting data in a time series of data collection on a regular basis/per year. The research method used is descriptive research methods verifikatif, by doing hypothesis testing.Research results show that working capital did not have a significant relationship with the return on assets (ROA) by using an alpha of 5%. based on the correlation analysis indicated that working capital has a negative relationship (as opposed to upside-down) and the return on assets that is, if working capital is increasing the rate of return of assets decreased.