Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Implementasi Elektronik Nomor Faktur (E-Nofa) dan Peningkatan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang Periode 2013-2015)
Dinda Noviani NIM. (2016) | Skripsi | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Sulit untuk mencapai penerimaan perpajakan khususnya sektor pajak pertambahan nilai sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pelaporan surat pemberitahuan masa PPN yang masih terbilang rendah kesadarannya dan basis wajib pajak yang kecil menyebabkan maraknya kasus faktur pajak yang fiktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu manganalisis penerimaan pajak pertambahan nilai barang dan jasa diantaranya dari, implementasi elektronik nomor faktur (e-nofa) dan peningkatan pelaporan pengusaha kena pajak. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampling jenuh dengan populasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang Bandung berdasarkan data laporan jumlah pengusaha kena pajak yang menggunakan nomor seri faktur (e-nofa), jumlah pelaporan surat pemberitahuan masa PPN serta jumlah penerimaan pajak pertambahan nilai selama 36 bulan pada tahun 2013 Ãâ 2015. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi (e-nofa) memberikan pengaruh terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai dengan hubungan positif yang kuat. Selain itu peningkatan pelaporan pengusaha kena pajak memberikan pengaruh terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai dengan hubungan positif yang kuat. Dari kedua variabel tersebut peningkatan pelaporan pengusaha kena pajak yang memberikan pengaruh langsung lebih besar.
Ringkasan Alternatif
It is hard to reach tax revenue specially in the value-added tax sector as targeted. It is caused by the increment of the future value-added tax reporting notification which is still lack of conciousness and the small base taxpayer caused rampant cases of the fictious tax invoice. This research uses descriptive and verificative analysis methods with normative approach. This research uses saturated sampling with Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang Bandung as the population based on the reporting data of the number of the taxable entrepreneurs that use the serial invoice number (e-nofa), the number of the future value-added tax reporting notifications and the number of the reception of value-added tax for 36 months in 2013-2015. The data analysis technique used is multiple linear regression. The result of this research shows that the electronic implementation of invoice number (e-nofa) influences the reception of the value-added tax with a stronger positive correlation. Other than that, the increment of the taxable entrepreneur reporting influences the reception of the value-added tax with a strong positive correlation. From those two variables, the increment of the taxable entrepreneur reporting gives a bigger direct influence.