Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Kapasitas Sungai Cisangkuy Untuk Menanggulangi Limpasan Banjir Di Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung
Ari Pebriansyah (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Meluapnya air dari Sungai Cisangkuy menyebabkan beberapa wilayah di sekitar aliran Sungai Cisangkuy terendam, salah satunya yaitu Desa Kamasan. Desa Kamasan merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak meluapnya air Sungai Cisangkuy. Sehingga pada laporan ini penulis membahas mengenai analisis kapasitas Sungai Cisangkuy untuk menanggulangi limpasan banjir di Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Pada penelitian ini digunakan software HEC-RAS 5.0.7 untuk melakukan simulasi aliran Sungai Cisangkuy sehingga dapat diketahui wilayah yang terkena dampak meluapnya air Sungai Cisangkuy. Simulasi dilakukan dengan memasukan debit banjir rencana dari periode ulang 2 tahun hingga periode ulang 50 tahun. Berdasarkan simulasi tersebut didapat bahwa pada periode ulang 2 tahun saja sudah terjadi banjir yang merendam wilayah seluas 2,593 km2 dan dengan tinggi banjir yang bervariasi yaitu dari 0,002 m hingga 3,408 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sungai Cisangkuy memerlukan upaya penanggulangan banjir diantaranya dengan melakukan normalisasi pada penampang Sungai Cisangkuy. Dan setelah penampang Sungai Cisangkuy dinormalisasi luas wilayah banjir berkurang dari 2,593 km2 menjadi 0,769 km2 dengan ketinggian banjir 0,002 m hingga 2,226 m. Untuk pelaksanaan pekerjaan galian dan buangan pada normalisasi Sungai Cisangkuy sepanjang 14,863 km tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp. 49.876.809.116,74. Kata kunci: limpasan, HEC-RAS, simulasi, normalisasi.
Ringkasan Alternatif
The overflow of water from the Cisangkuy River has caused some areas around the Cisangkuy River to be submerged, which is Kamasan Village. Kamasan village is the region most severely affected by the overflow of Cisangkuy River. So in this report the author discusses the analysis capacity of Cisangkuy River to cope flood runoff in Banjaran Kabupaten Bandung. In this study HEC-RAS 5.0.7 software was used to simulate the Cisangkuy River flow so that the area affected by Cisangkuy River overflowed. Simulation is done by entering the planned flood discharge from the return period of 2 years to the return period of 50 years. Based on the simulation, it was found that in the return period of only 2 years there had been a flood that soaked an area of 2,593 km2 and with varying flood heights ranging from 0.002 m to 3.408 m. So it can be concluded that the Cisangkuy River requires flood prevention efforts including normalizing the cross section of the Cisangkuy River. And after the crossing of the Cisangkuy River was normalized the area of the flood area decreased from 2,593 km2 to 0.769 km2 with a flood height of 0.002 m to 2,226 m. For the execution of excavation and disposal work on the normalization of the Cisangkuy River along 14,863 km it requires a fee of Rp. 49,886,809,116.74. Keywords: runoff, HEC-RAS, simulation, normalization.
Sumber