Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Kelayakan Aspek Teknis Dan Keuangan Prasarana Agrowisata Kebun Ciater PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII)
Resa Puspita (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Aset lahan Kebun Ciater PTPN VIII belum dikelola secara optimal, karena masih terdapat lahan menganggur, padahal aset tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, terutama dengan penyediaan prasarana aksesibilitas dan akomodasi. Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui prasarana akomodasi dan aksesibilitas yang layak dikembangkan berdasarkan aspek teknis; 2) mengetahui kelayakan aspek keuangan pengembangan prasarana akomodasi dan aksesibilitas; 3) mengetahui tahapan untuk merealisasikan kerjasama BGS dengan mitra strategis dalam mengembangkan aset agrowisata. Landasan teori yang digunakan adalah optimasi aset, dalam optimasi aset terdapat tahapan pembangunan dan pengembangan aset dengan analisis kelayakan aspek teknis dan keuangan. Objek penelitian adalah kawasan wisata air terjun di Kebun Ciater PTPN VIII. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode triangulasi yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan prasarana akomodasi cottage yang layak dibangun adalah 24 unit dengan luas bangunan 2.640 m2 dan restoran adalah 284,64 m2. Adapun prasarana aksesibilitas panjang jalan yang perlu dikembangkan pada kawasan Curug Mandala yaitu panjang 1,3 km, kawasan Curug Sadim 1,2 km dan kawasan Curug Putri 1,3 km. Lebar badan jalan pada masing-masing jalan tersebut yaitu 7,5 m. Analisis aspek keuangan menunjukan biaya investasi yang dibutuhkan yaitu Rp14.181.100.886,00 serta dinyatakan layak dengan hasil payback period 18 tahun 1 bulan, NPV > 1, IRR 9,87%, dan PI > 1. Tahapan kerjasama BGS tediri dari tender, pembahasan proposal dan persetujuan, penyusunan dan penandatanganan perjanjian, serta pelaksanaan dan penyerahan.
Ringkasan Alternatif
Land asset of Kebun Ciater PTPN VIII has not yet optimal, because there are idle land, whereas the asset has the potential to be developed as agritourism, especially in the form of accessibility and accommodation. The objectives of this research are: 1) to know proper accommodation and accessibility infrastructure based on technical aspects; 2) to know financial aspect feasibility in accommodation and accessibility infrastructure development; 3) to know the stages to realize Built Operate Transfer with strategic partners in developing agritourism assets in Kebun Ciater PTPN VIII. The theoretical framework used is asset optimization, in asset optimization there are stages of development with feasibility study on technical and financial aspects. Research object is waterfall tourism area at Kebun Ciater PTPN VIII. The research approach used is qualitative and quantitative approaches Research method which used is descriptive method. The collecting of research data using triangulation method that is by doing observation, interview, and documentation study. Result of analysis show that cottage accommodation worthy to build is 24 unit with building area 2,640 m2 and restaurant is 284.64 m2. The development of accessibility infrastructure that needs to be developed in the area of Curug Mandala is 1.3 km long, Curug Sadim is 1.2 km and Curug Putri 1.3 km. Financial aspect analysis shows the required investment cost is Rp 14,181,100,886.00 and is declared feasible with result of payback period 18 year 1 month, NPV > 1, IRR 9,87%, and PI> 1. The width of each road is 7.5 m. Stages of BGS cooperation consist of tender, proposal and approval discussion, drafting and signing agreement, and implementation and delivery.