Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Penggunaan Verba Agaru Dan Noboru Dalam Kalimat Bahasa Jepang
Setia Herliana (2010) | Skripsi | Sastra Jepang , Sastra Jepang
Bagikan
Ringkasan
Salah satu kendala yang dihadapi oleh pembelajar bahasa Jepang di Indonesia
adalah Ruigigo. Ruigigo yaitu beberapa kata yang memiliki ucapan yang berbeda
namun memiliki makna yang sangat mirip. Dalam bahasa Jepang banyak Ruigigo
yang sangat sulit untuk bisa dipadankan ke dalam bahasa Indonesia satu persatu.
Contohnya Noru, Agaru dan Noboru yang mempunyai makna naik. Tetapi dalam
penggunaannya tidak bisa digunakan dalam kalimat yang sama. Noru digunakan
untuk naik kendaraan, Agaru digunakan untuk naik tangga sedangkan Noboru
digunakan untuk naik pohon. Sehingga dengan perbedaan itu mahasiswa mengalami
kesulitan dalam menggunakan kata-kata yang bermakna ruigigo. Dengan dilatar
belakangi oleh perbedaan tersebut, penulis bermaksud melakukan penelitian dengan
judul âÃâ¬ÃÅAnalisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Penggunaan Verba Agaru Dan Noboru
dalam Kalimat Bahasa JepangâÃâ¬Ã�.
Dalam penelitian ini, penulis akan mengukur seberapa besar kesalahan, faktor
penyebab kesalahan dan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa dengan
menggunakan metode Deskriptif. Pada penelitian ini penulis menggunakan dua
teknik pengumpulan data sekaligus, yaitu: tes dan wawancara. Maksud penulis
menggunakan tes adalah untuk mengetahui seberapa besar kesalahan yang terjadi
sedangkan wawancara bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan apa saja
yang mempengaruhi terjadinya kesalahan.
Setelah menganalisis semua data dan melihat hasil yang di dapatkan dari
seluruh penelitian, maka dapat penulis simpulkan bahwa mahasiswa mengalami
kesalahan paling banyak dalam penggunaan verba noboru sebesar 45,7% sedangkan
kesalahan pada penggunaan verba agaru sebesar 25%. Kesalahan terjadi karena
kurang pahamnya mahasiswa terhadap fungsi dari masing-masing verba tersebut. Hal
itu disebabkan karena dua faktor error yaitu: faktor internal antara lain mahasiswa
menganggap materi yang diterima sulit dan tidak adanya motivasi dari diri sendiri.
Faktor eksternal yaitu materi yang terlalu sulit, kurang lengkapnya sarana dan
prasarana belajar, kurangnya penjelasan dan pemberian materi dari dosen.
Hasil akhir dari penelitian ini, diharapkan mahasiswa dapat dapat
meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa dengan cara banyak membaca kalimatkalimat
bahasa Jepang, belajar dan berlatih, mencari sumber-sumber referensi dan
banyak bertanya kepada dosen dan teman.
Ringkasan Alternatif
One of the obstacles faced by Japanese learners in Indonesia is Ruigigo.
Ruigigo is the few words that have a different speech, but have very similar meanings.
In many Japanese Ruigigo which is very difficult to be able to Indonesian items. For
example Noru, Agaru and Noboru have increased significance. But in it s use can not
be used in the same sentence. Noru used to ride the vehicles, Agaru used to ascend
the stairs while Noboru used to ascend the tree. So that the differences that students
have difficulties in using the word that means ruigigo. Hence, a research to discover
the analysis errors student using verba agaru and noboru in Japanese sentences.
In this research, author will measure how big a errors, factors and causes of
errors are made by the students using the methods Descriptive. On this research the
author uses two techniques of collecting data at a time, namely: a test and interview.
Purpose is the author using the test to find out how big a mistake that occurred while
the interviews aimed to find out the factors are difficult affecting errors.
After analyzing all the data and see the results of all the available research,
the author can conclusion that students have at most an errors in the use of verba
noboru of 45.7% while the errors on the use of verba agaru of 25%. An error
occurred because the less understand students to the function of each of these verba.
This is caused by two factors, namely error: internal factors, among others, students
who received the material difficult and the lack of self-motivation. External factors,
namely the material that is too difficult, lack of full facilities and infrastructure study,
and lack of explanation of the material from the lecturers.
The end result of this research, students can be expected to improve the way
students learn to read the sentence-a lot of Japanese sentences, study and practice,
searching for sources of reference and ask a lot of friends and lecturers.
Sumber
Judul Serupa
- Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Penggunaan Joshi wa Dan ga Dalam Kalimat Bahasa Jepang