Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS KESESUAIAN MAJAS SINDIRAN PADA TEKS DRAMA KARYA SISWA KELAS VIII SEMESTER II MADRASAH TSANAWIYAH SYIRKAH SALAFIYAH JENGGAWAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Suraiya (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Majas sindiran merupakan gaya bahasa yang berbentuk sindiran terhadap seseorang dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas sindiran terbagi menjadi lima yaitu majas sindiran ironi, majas sindiran sarkasme, majas sindiran sinisme, majas sindiran antifrasis dan majas sindiran inuendo. Masing-masing majas sindiran tersebut memiliki pengertian dan ciri-ciri tersendiri. Jadi untuk menulis majas sindiran harus disesuaikan dengan teori beserta ciri majas sindiran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan majas sindiran dan kesesuaian majas sindiran pada teks drama karya siswa.
Jenis penelitian adalah kualitatif. Sasaran pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII Semester II Madrasah Tsanawiyah Syirkah Salafiyah Jenggawah. Tempat penelitian ini di Madrasah Tsanawiyah Syirkah Salafiyah Jenggawah, pada tanggal 23, 25, dan 28 April 2015. Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti selaku instrumen utama, dan instrumen bantu berupa lembar soal siswa. Data dalam penelitian dianalisis dengan metode analisis deksriptif kualitatif yaitu majas sindiran yang diperoleh diidentifikasi dengan membaca data, menemukan data, mengklasifikasi data dan menganalisis data.
Hasil analisis data menunjukkan majas sindiran yang ditulis siswa dalam teks drama adalah majas sindiran ironi, sarkasme, dan antifrasis. Masing-masing majas sindiran tersebut harus disesuaikan dengan ciri majas sindiran yang terdapat pada teori. Ciri kesesuaian majas sindiran ironi yaitu majas yang terdapat dua kata yang maknanya berbeda dan bersifat halus tetapi maknanya kasar. Majas sindiran sarkasme berupa sindiran yang kasar dan maknanya pun kasar, sedangkan majas sindiran antifrasis merupakan majas sindiran yang bersifat halus yang maknanya kasar namun maksud perkataan yang diucapkan tidak disampaikan diakhir kalimat. Berdasarkan hasil tersebut, kesimpulan dari penelitian ini adalah majas sindiran yang ditulis siswa dalam teks drama sudah sesuai dengan ciri majas sindiran yang terdapat pada teori.
Ringkasan Alternatif
Majas satire is a form of language style satire of some one in spoken and written form sused in a nessay that aimsto represent the feelings and thoughts of the authors. Majas satire figure of speech which is divided in to five satire irony, sarcasm satire figure of speech, figure of speech satire cynicism, sarcasm antifrasis figure of speech and satire inuendo figure of speech. Each figure of speech understanding and satire has its own characteristics. So to write as atirical figure of speech should be tailored to the characteristics and their theory of the satirical figure of speech. The purpose of this study was to describe the figure of speech satire and satire of conformity figure of speech to text drama student work.
This type of research is qualitative. Goal of this research is class VIII Semester II MTs Syirkah Salafiyah Jenggawah. This study places in MTs Syirkah Salafiyah Jenggawah, on 23, 25 and 28 of April 2015. The data collection technique is a technique documentation. Instruments in this study were researchers as the main instrument, and an instrument to help students in the form of a booklet. The data were analyzed using descriptive analysis method qualitative figure of speech satire were identified by reading the data, find the data, classify the data and analyze the data.
The result showed figure of speech satire written by the students in the text of the drama is a figure of speech satire irony, sarcasm, and antifrasis. Each figure of speech satirical figure of speech should be tailored to the characteristics of satire contained in the theory. Feature suitability figure of speech figure of speech satire irony is that there are two words that mean the same thing and are fine but the meaning is rough. Majas satire sarcasm satire rough form and meaning was rude, while the figure of speech satire satireantifrasis a figure of speech that is rugged yet refined the meaning of words spoken intent was not delivered at the end of a sentence. Based on these results, the conclusions of this study is the figure of speech satire written by the students in the drama text is in conformity with the characteristic figure of speech innuendo contained in the theory.