Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN JEMBER
Sipta Indra Widiyono (2014) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Jagung hibrida di budidayakan dalam upaya untuk memenuhi produksi jagung di dalam negeri, yang selama ini masih mengimpor dalam jumlah besar, tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui apakah ada perbedaan produktivitas lahan pada usahatani jagung hibrida berdasarkan strata luas lahan, (2) untuk mengetahui apakah ada perbedaan besarnya keuntungan pada usahatani jagung hibrida berdasarkan strata luas lahan, (3) untuk mengetahui apakah ada perbedaan efisiensi biaya usahatani jagung hibrida berdasarkan strata luas lahan, (4) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani jagung hibrida. Penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Jember. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Uji-z dan Regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Rata-rata total produktivitas lahan usahatani jagung hibrida di Kabupaten Jember sebesar 109,15 ku/ha, berdasarkan strata luas lahan produktivitas lahan golongan petani lahan sempit sebesar 107,56 ku/ha dan pada golongan petani lahan luas sebesar 111,64 ku/ha, perbedaan produktivitas lahan ini secara statistik tidak signifikan. (2) Usahatani jagung hibrida di Kabupaten Jember menguntungkan, dengan rata-rata total keuntungan sebesar Rp 3.350.825 per hektar. Berdasarkan strata luas lahan, keuntungan golongan petani lahan sempit sebesar Rp 3.499.311 per hektar, sedangkan golongan petani luas sebesar Rp 3.119.847 per hektar, namun secara statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. (3) Penggunaan biaya produksi pada usahatani jagung hibrida di Kabupaten Jember efisien dengan rata-rata totalnilai R/C sebesar 1,28. Menurut strata luas lahan, R/C pada golongan petani lahan sempit sebesar 1,30, lebih besar di bandingkan dengan golongan petani lahan luas sebesar 1,25, namun secara statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. (4) Secara parsial factor produksi, harga output berpengaruh positif, sedangkan luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biayatenaga kerja, biaya pestisida, dan manajemen berpengaruh negatif terhadap keuntungan usahatani jagung hibrida di Kabupaten Jember.
Ringkasan Alternatif
Hybrid maize cultivated in an effort to meet the domestic corn production, which is still imported in large quantities, the goal of this research are : (1) to determine whether there are differences in the productivity of farm land in corn hybrids based land area level, (2) to determine whether there are differences in magnitude advantage in the farming of maize hybrids based land area level, (3) to determine whether there difference cost-efficiency of hybrid corn farming based land area level, (4) to determine the factors that affect farm profits hybrid corn.This study was carried on in Jember. The date used in this study is primary date and secondary date. Date collection using interviews and questionnaires.The date were analyzed using the z-test and multiple regression. Based on the results it can be concluded that : (1) Average total farm land productivity of hybrid maize in Jember for 109.15 ku/ha, based on land level productivity land of smallholder groups 107.56 ku/ha and the groups of farmers land area of 111.64 ku/ha, the land productivity differences were not statistically significant. (2) hybrid corn farming in Jember profitable, with an average total profit of Rp 3,350,825 per hectare. Based on the broad level land, smallholder group profit of Rp 3,499,311 per hectare, while the vast peasantry of Rp 3,119,847 per hectare, however, showed no statistically significant difference. (3) The use of the production costs of hybrid maize farming in Jember efficient with an average total value of R/C of 1.28. According land level, R/C on smallholder groups of 1.30, compared with a larger group of farmers land area of 1.25, but did not show any statistically significant difference. (4) In the partial factor of production, output prices has a positive effect, while the land area, the cost of seed, fertilizer costs, labor costs, pesticide costs, and management negatively affect the profits of farming corn hybrids in Jember.
Sumber
Judul Serupa
- ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER