Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah ACFTA Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2011
Eva Yuliarti (2014) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Pada Era Perdagangan Globalisasi, perekonomian dan teknologi terus berkembang dengan sangat pesat dan tanpa henti. Dengan diberlakukannya ACFTA "ASEAN - China Free Trade Agreement" per 1 Januari 2010, menimbulkan suatu perkembangan baru pada kegiatan perdagangan internasional, terutama pada kawasan Asia Tenggara. Kesiapan menyambut dampak positif dan negatif dari terselenggaranya ACFTA menjadi problematika tersendiri yang menarik untuk dicermati, terutama di negara Indonesia sebagai salah satu subjek hukum internasional yang memiliki potensi comparative advantage. Dalam perdagangan bebas, sektor industri manufaktur merupakan sektor yang mudah terpengaruh dampaknya. Berkaitan dengan hal tersebut, penilaian kinerja perusahaan manufaktur bertujuan mengamati perubahan posisi keuangan sebagai bahan pertimbangan keputusan bagi kepentingan manajemen perusahaan, informasi yang dapat digunakan untuk pengukuran tersebut adalah tingkat rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas. Karena dengan diketahui tingkat rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas, maka akan diketahui seberapa besar dampak dilaksanakannya ACFTA terhadap kinerja keuangan perusahaan. Untuk menganalisis dan mengetahui kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah ACFTA berdasarkan rasio keuangan current ratio, total asset turn over ratio, return on asset, return on equity, Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Operating Profit Margin pada penelitian ini akan digunakan metode penelitian kuantitatif. Dan dari hasil analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang diukur dengan rasio keuangan perusahaan yang digunakan dalam variabel penelitian ini, rnenunjukkan tidak ada perbedaan pada scbelum dan sesudah ACFTA.
Ringkasan Alternatif
Trade in the Era of Globalization , economy and technology continues to grow very rapidly and relentlessly . With the implementation of ACFTA " ASEAN - China Free Trade Agreement " by January 1, 2010 , led to a new development in international trade , especially in Southeast Asia . Readiness welcome positive and negative impacts of the ACFTA implementation into its own problematic interesting to observe , especially in the state of Indonesia as one of the subjects of international law that has the potential comparative advantage . In free trade , the manufacturing sector is a sector that is easily affected by the impact . In this regard , the performance assessment of manufacturing enterprises aimed at observing the changes in financial position as consideration for the interests of the company's management decisions , information that can be used for such measurements is the level of liquidity ratios , solvency ratios , profitability ratios, activity ratios . Due to the known level of liquidity ratios , solvency ratios , profitability ratios, activity ratios , it will be known how much impact the implementation of ACFTA on the company 's financial performance . To analyze and determine the company's financial performance before and after the ACFTA based on financial ratios current ratio , total asset turnover ratio , return on assets , return on equity , Gross Profit Margin , Net Profit Margin , Operating Profit Margin in this study will use quantitative research methods . And from the analysis of data obtained , it can be concluded that the company's financial performance as measured by the ratio of manufacturing financial variables used in this study , there was no difference in rnenunjukkan scbelum and after the ACFTA.
Sumber
Judul Serupa
  • Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah ACFTA Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2011