Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) (STUDI KASUS PADA PD. BPR SOREANG)
Robi Nugraha (-) | Tugas Akhir | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
ABSTRAK Bank mempunyai peranan yang besar dalam membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia. Bank merupakan lembaga intermediary yang berfungsi sebagai sumber permodalan yang menghubungkan pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Dalam menjalankan aktivitasnya, bank harus memperhatikan Tingkat Kesehatan Bank agar dana yang dikelolanya relatif aman dan terpercaya di mata masyarakat. Salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesehatan bank adalah kemampuan likuiditas yang baik. Kemampuan likuiditas berkaitan dengan kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban hutanghutangnya, dapat membayar kembali semua depositonya serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Analisis Loan To Deposit Ratio-LDR (Studi Kasus Pada PD. BPR Soreang)". Penelitian tersebut dilakukan pada PD. BPR Soreang yang beralamat di Jl. Raya Soreang No.26 Kabupaten Bandung. Waktu penelitian dilakukan mulai tanggal 1 April 2004 sampai dengan 30 April 2004. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berfungsi untuk mengukur tingkat likuiditas suatu bank. Loan to Deposit Ratio (LDR) menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit sebagai sumber likuiditasnya. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan dan studi lapangan yang berbentuk observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) PD. BPR Soreang selama periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2003 berkisar antara 75,55% sampai dengan 101,65%. Secara umum tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) selama tiga tahun tersebut rata-rata menunjukkan kemampuan likuiditas dengan predikat "Sehat" berdasarkan ketentuan Bank Indonesia tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank, sedangkan pada bulan Juli dan Agustus 2003 mempunyai predikat "Kurang Sehat" dan "Cukup Sehat". Pada bulan Juli 2003 diperoleh nilai Loan to Deposit Ratio (LDR) paling tinggi, yaitu 101,65%. Hal tersebut menunjukkan kemampuan likuiditas yang sangat rendah dan tingkat kerawanan yang tinggi dari sisi likuiditas.
Ringkasan Alternatif
ABSTRAK Bank mempunyai peranan yang besar dalam membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia. Bank merupakan lembaga intermediary yang berfungsi sebagai sumber permodalan yang menghubungkan pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Dalam menjalankan aktivitasnya, bank harus memperhatikan Tingkat Kesehatan Bank agar dana yang dikelolanya relatif aman dan terpercaya di mata masyarakat. Salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesehatan bank adalah kemampuan likuiditas yang baik. Kemampuan likuiditas berkaitan dengan kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban hutanghutangnya, dapat membayar kembali semua depositonya serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Analisis Loan To Deposit Ratio-LDR (Studi Kasus Pada PD. BPR Soreang)". Penelitian tersebut dilakukan pada PD. BPR Soreang yang beralamat di Jl. Raya Soreang No.26 Kabupaten Bandung. Waktu penelitian dilakukan mulai tanggal 1 April 2004 sampai dengan 30 April 2004. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berfungsi untuk mengukur tingkat likuiditas suatu bank. Loan to Deposit Ratio (LDR) menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit sebagai sumber likuiditasnya. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan dan studi lapangan yang berbentuk observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) PD. BPR Soreang selama periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2003 berkisar antara 75,55% sampai dengan 101,65%. Secara umum tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) selama tiga tahun tersebut rata-rata menunjukkan kemampuan likuiditas dengan predikat "Sehat" berdasarkan ketentuan Bank Indonesia tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank, sedangkan pada bulan Juli dan Agustus 2003 mempunyai predikat "Kurang Sehat" dan "Cukup Sehat". Pada bulan Juli 2003 diperoleh nilai Loan to Deposit Ratio (LDR) paling tinggi, yaitu 101,65%. Hal tersebut menunjukkan kemampuan likuiditas yang sangat rendah dan tingkat kerawanan yang tinggi dari sisi likuiditas.
Sumber