Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PENCARIAN JARAK TERPENDEK MENGGUNAKAN METODE SIMULATED ANNEALING
DAN ALGORITMA DIJKSTRA
CEP YOGI HARTO (2004) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Pencarian jarak terpendek merupakan suatu permasalahan yang sering timbul terhadap pengguna transportasi, karena pengguna transportasi dalam melakukan perjalanan membutuhkan solusi bagaimana rute yang akan dilalui adalah rute atau jarak yang paling minimum (terkecil). Sehingga efisiensi waktu dapat terpenuhi.
Program pencarian jarak terpendek yang dibuat, didasarkan pada dua metode yaitu :
1) Simulated Annealing
Merupakan metode yang terbentuk dari ide dasar pemrosesan logam, yang bertujuan untuk membuat bentuk cair secara berangsur-angsur menjadi bentuk yang lebih padat seiring dengan penurunan temperatur.
2) Algoritma Djikstra
Merupakan solusi implementasi masalah kedalam bentuk graf, dari graf yang terbentuk dapat ditentukan mana nilai yang paling minimum yang menjadi solusi masalah, dengan catatan graf yang dibentuk harus mempunyai nilai bobot, nilai bobot bernilai non negatif.
Program dirancang untuk mensimulasikan jarak antar kota yang digambarkan sebagai graf kemudian dihasilkan rute yang terpilih dengan jarak minimum.
Ringkasan Alternatif
Pencarian jarak terpendek merupakan suatu permasalahan yang sering timbul terhadap pengguna transportasi, karena pengguna transportasi dalam melakukan perjalanan membutuhkan solusi bagaimana rute yang akan dilalui adalah rute atau jarak yang paling minimum (terkecil). Sehingga efisiensi waktu dapat terpenuhi.
Program pencarian jarak terpendek yang dibuat, didasarkan pada dua metode yaitu :
1) Simulated Annealing
Merupakan metode yang terbentuk dari ide dasar pemrosesan logam, yang bertujuan untuk membuat bentuk cair secara berangsur-angsur menjadi bentuk yang lebih padat seiring dengan penurunan temperatur.
2) Algoritma Djikstra
Merupakan solusi implementasi masalah kedalam bentuk graf, dari graf yang terbentuk dapat ditentukan mana nilai yang paling minimum yang menjadi solusi masalah, dengan catatan graf yang dibentuk harus mempunyai nilai bobot, nilai bobot bernilai non negatif.
Program dirancang untuk mensimulasikan jarak antar kota yang digambarkan sebagai graf kemudian dihasilkan rute yang terpilih dengan jarak minimum.