Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI
PRODUK RUBBER BELLOW DAN LINOLEUM MERAH
DENGAN PENDEKATAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING (ABC)
DI PT. AGRONESIA DIVISI INKABA BANDUNG
RENA DESTIANY (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan era persaingan yang semakin ketat,
perusahaan harus memiliki daya saing yang tinggi. Perusahaan yang tidak
memiliki daya saing yang tinggi akan mengalami kesulitan untuk
mempertahankan usahanya. Daya saing yang harus dimiliki oleh perusahaan
adalah yang berkaitan dengan Quality (Kualitas), Cost (Harga), Delivery
(Pengiriman) dan Service (Pelayanan). Perusahaan harus mampu menghasilkan
produk dengan Quality (Kualitas) yang baik, Cost (Harga) yang rendah, Delivery
(Pengiriman) yang cepat dan Service (Pelayanan) purna jual yang baik dan
memuaskan. Untuk mencapai hal tersebut, maka perusahaan dituntut untuk bisa
menjalankan manajemen perusahaannya agar menjadi efisien dan kompetitif.
Semakin tinggi tingkat persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang
industri yang sama, maka tingkat persaingan akan semakin tinggi. Oleh karena itu
diperlukan strategi-strategi perusahaan yang bisa memenangkan perusahaan dalam
persaingan. Salah satu strategi yang digunakan untuk bisa memenangkan dalam
persaingan adalah penekanan harga jual produk. Dengan harga jual yang semakin
rendah, maka tingkat penjualan produk menjadi tinggi.
Penggunaan metode biaya tradisional dalam membebankan biaya overhead sudah
tidak relevan lagi. Seperti kita ketahui bahwa sistem tradisional pembebanan
biaya-biaya tidak langsung dilakukan berdasarkan satu pembebanan dan
didasarkan pada pembagian merata. Penggunakan ini akan menciptakan biaya
yang terdistorsi. Distorsi yang terjadi dapat berupa subsidi silang antar produk
(Cross Subsidy) antar produk, satu produk mengalami kelebihan biaya
(Overcosting), dan produk yang mengalami kekurangan biaya (Undercosting).
Tingkat distorsi yang terjadi tergantung pada proporsi biaya overhead terhadap
biaya produksi total. Semakin besar proporsinya maka semakin besar distorsi yang
terjadi dan demikian juga sebaliknya. Inilah yang mendasari dikembangkannya
metode Activity Based Costing (ABC)
1
Metode Activity Based Costing (ABC) adalah suatu metode perhitungan yang
sederhana untuk menentukan harga pokok produksi dengan dasar bahwa
aktivitaslah yang menyebabkan biaya itu timbul, bukan dari produk dan produklah
yang mengkonsumsi aktivitas. Dalam Activity Based Costing (ABC), biaya-biaya
tidak dapat langsung dapat ditentukan melalui aktivitas yang dilaluinya dan biaya
untuk masing-masing aktivitas tesebut kemudian dibebankan produk atas dasar
konsumsi yang masing-masing produk pada aktivitas. Dengan demikian metode
Activity Based Costing (ABC) diharapkan akan mampu untuk mendapatkan hasil
terbaik dalam penentuan harga pokok produksi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian kali ini penulis
mengambil judul : “ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI
PRODUK RUBBER BELLOW DAN LINOLEUM MERAH DENGAN
PENDEKATAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING (ABC) DI PT.
AGRONESIA DIVISI INKABA BANDUNG ”
Ringkasan Alternatif
Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan era persaingan yang semakin ketat,
perusahaan harus memiliki daya saing yang tinggi. Perusahaan yang tidak
memiliki daya saing yang tinggi akan mengalami kesulitan untuk
mempertahankan usahanya. Daya saing yang harus dimiliki oleh perusahaan
adalah yang berkaitan dengan Quality (Kualitas), Cost (Harga), Delivery
(Pengiriman) dan Service (Pelayanan). Perusahaan harus mampu menghasilkan
produk dengan Quality (Kualitas) yang baik, Cost (Harga) yang rendah, Delivery
(Pengiriman) yang cepat dan Service (Pelayanan) purna jual yang baik dan
memuaskan. Untuk mencapai hal tersebut, maka perusahaan dituntut untuk bisa
menjalankan manajemen perusahaannya agar menjadi efisien dan kompetitif.
Semakin tinggi tingkat persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang
industri yang sama, maka tingkat persaingan akan semakin tinggi. Oleh karena itu
diperlukan strategi-strategi perusahaan yang bisa memenangkan perusahaan dalam
persaingan. Salah satu strategi yang digunakan untuk bisa memenangkan dalam
persaingan adalah penekanan harga jual produk. Dengan harga jual yang semakin
rendah, maka tingkat penjualan produk menjadi tinggi.
Penggunaan metode biaya tradisional dalam membebankan biaya overhead sudah
tidak relevan lagi. Seperti kita ketahui bahwa sistem tradisional pembebanan
biaya-biaya tidak langsung dilakukan berdasarkan satu pembebanan dan
didasarkan pada pembagian merata. Penggunakan ini akan menciptakan biaya
yang terdistorsi. Distorsi yang terjadi dapat berupa subsidi silang antar produk
(Cross Subsidy) antar produk, satu produk mengalami kelebihan biaya
(Overcosting), dan produk yang mengalami kekurangan biaya (Undercosting).
Tingkat distorsi yang terjadi tergantung pada proporsi biaya overhead terhadap
biaya produksi total. Semakin besar proporsinya maka semakin besar distorsi yang
terjadi dan demikian juga sebaliknya. Inilah yang mendasari dikembangkannya
metode Activity Based Costing (ABC)
1
Metode Activity Based Costing (ABC) adalah suatu metode perhitungan yang
sederhana untuk menentukan harga pokok produksi dengan dasar bahwa
aktivitaslah yang menyebabkan biaya itu timbul, bukan dari produk dan produklah
yang mengkonsumsi aktivitas. Dalam Activity Based Costing (ABC), biaya-biaya
tidak dapat langsung dapat ditentukan melalui aktivitas yang dilaluinya dan biaya
untuk masing-masing aktivitas tesebut kemudian dibebankan produk atas dasar
konsumsi yang masing-masing produk pada aktivitas. Dengan demikian metode
Activity Based Costing (ABC) diharapkan akan mampu untuk mendapatkan hasil
terbaik dalam penentuan harga pokok produksi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian kali ini penulis
mengambil judul : “ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI
PRODUK RUBBER BELLOW DAN LINOLEUM MERAH DENGAN
PENDEKATAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING (ABC) DI PT.
AGRONESIA DIVISI INKABA BANDUNG ”