Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PENGADAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN
BAHAN BAKU JAGUNG KUNING, BUNGKIL KEDELAI DAN
CORN GLUTEN MEAL DI INDUSTRI PAKAN TERNAK
(Studi Kasus Pada PT. Farmindo Utama, Bogor)
UJANG DUMYATI (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Ketersediaan bahan baku pakan merupakan salah satu faktor penting bagi industri
pakan dalam menjaga kualitas, kuantitas dan kesinambungan pakan. Rencana
pengadaan bahan baku yang tepat akan mengurangi resiko adanya kelebihan
maupun kekurangan persediaan bahan baku. Selama ini perusahaan telah
melakukan perencanaan persediaan bahan baku pakan, namun perencanaan bahan
baku pakan yang dilakukan belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari jumlah
pembelian bahan baku pakan pada tahun 2004 dalam jumlah yang besar
sedangkan yang di produksi sedikit. Besarnya pembelian bahan baku pakan
tersebut menimbulkan besarnya biaya penyimpanan akibat dari persediaan di
gudang terlalu banyak. Permasalahan lainnya yaitu perusahaan pernah kesulitan
memperoleh bahan baku akibat ketidakmampuan supplier memenuhi kebutuhan
bahan baku perusahaan sehingga terganggunya proses produksi perusahaan.
Permasalahan tersebut mengharuskan perusahaan untuk mengoptimalkan
pembelian bahan baku pakan serta menyusun metode yang tepat dalam
pengendalian persediaan bahan baku, sehingga diharapkan perusahaan dapat
meminimumkan biaya pengadaan dan pengendalian persediaan bahan baku.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alternatif metode penghematan biaya
persediaan bahan baku pakan jenis jagung kuning, bungkil kedelai dan CGM di
PT. Farmindo Utama, dengan pendekatan perencanaan kebutuhan bahan.
Beberapa alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
deskriptif, metode analisis biaya persediaan dan material requirement planning
(MRP) dengan sembilan teknik lot sizing yaitu fixed order quantity, economic
order quantity, lot for lot, fixed period requirement, period order quantity, part
period balancing, least unit cost, least total cost dan algoritma wagner whitin.
Dari hasil analisis dan pengolahan data menunjukan bahwa, PT. Farmindo Utama
mempunyai sistem pencatatan dan pengendalian persediaan yang baik tetapi
manajemen persediaan yang dilakukan perusahaan saat ini belum optimal.
Perbandingan hasil perhitungan biaya persediaan untuk bahan baku jagung
kuning, bungkil kedelai dan CGM selama tahun 2004, antara metode perusahaan
dengan metode MRP akan menggambarkan penghematan dari masing-masing
metode MRP. Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa dari ketiga bahan baku
metode MRP teknik period order quantity (POQ) memiliki biaya persediaan
terkecil dibandingkan metode lain, yaitu untuk bahan baku jagung kuning sebesar
Rp 52,834,146.98, bahan baku bungkil kedelai Rp 52,285,411.60 dan bahan baku
CGM Rp 11,175,035.96. Dengan penghematan biaya persediaan sebesar Rp
81,034,405.90 atau 60.53% untuk bahan baku jagung kuning, bahan baku bungkil
kedelai sebesar Rp 68,457,926.74 atau 56.70% dan bahan baku CGM sebesar Rp
10,542,166.44 atau 48.54%.
Maka alternatif metode MRP yang dapat digunakan perusahaan adalah metode
MRP teknik period order quantity. Selain menghasilkan biaya persediaan yang
paling minimum, teknik POQ juga merupakan perbaikan dari teknik fixed period
requirement dan teknik economic order quantity, teknik period order quantity
cocok diterapkan di perusahaan karena selain memberikan ukuran lot yang
ekonomis yang mempertimbangkan minimasi biaya persediaan, teknik period
order quantity juga menyediakan persediaan yang cukup untuk mengantisipasi
jika suatu saat perusahaan dihadapkan pada masalah kekurangan bahan baku.
Dengan teknik POQ, perkiraan biaya persediaan tahun 2006 untuk bahan baku
jagung kuning sebesar Rp 109,041,629.64, bungkil kedelai sebesar Rp
84,646,077.87 dan CGM sebesar Rp 20,288,983.65.
Kata kunci : persediaan bahan baku pakan, analisis biaya persediaan
Ringkasan Alternatif
Ketersediaan bahan baku pakan merupakan salah satu faktor penting bagi industri
pakan dalam menjaga kualitas, kuantitas dan kesinambungan pakan. Rencana
pengadaan bahan baku yang tepat akan mengurangi resiko adanya kelebihan
maupun kekurangan persediaan bahan baku. Selama ini perusahaan telah
melakukan perencanaan persediaan bahan baku pakan, namun perencanaan bahan
baku pakan yang dilakukan belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari jumlah
pembelian bahan baku pakan pada tahun 2004 dalam jumlah yang besar
sedangkan yang di produksi sedikit. Besarnya pembelian bahan baku pakan
tersebut menimbulkan besarnya biaya penyimpanan akibat dari persediaan di
gudang terlalu banyak. Permasalahan lainnya yaitu perusahaan pernah kesulitan
memperoleh bahan baku akibat ketidakmampuan supplier memenuhi kebutuhan
bahan baku perusahaan sehingga terganggunya proses produksi perusahaan.
Permasalahan tersebut mengharuskan perusahaan untuk mengoptimalkan
pembelian bahan baku pakan serta menyusun metode yang tepat dalam
pengendalian persediaan bahan baku, sehingga diharapkan perusahaan dapat
meminimumkan biaya pengadaan dan pengendalian persediaan bahan baku.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alternatif metode penghematan biaya
persediaan bahan baku pakan jenis jagung kuning, bungkil kedelai dan CGM di
PT. Farmindo Utama, dengan pendekatan perencanaan kebutuhan bahan.
Beberapa alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
deskriptif, metode analisis biaya persediaan dan material requirement planning
(MRP) dengan sembilan teknik lot sizing yaitu fixed order quantity, economic
order quantity, lot for lot, fixed period requirement, period order quantity, part
period balancing, least unit cost, least total cost dan algoritma wagner whitin.
Dari hasil analisis dan pengolahan data menunjukan bahwa, PT. Farmindo Utama
mempunyai sistem pencatatan dan pengendalian persediaan yang baik tetapi
manajemen persediaan yang dilakukan perusahaan saat ini belum optimal.
Perbandingan hasil perhitungan biaya persediaan untuk bahan baku jagung
kuning, bungkil kedelai dan CGM selama tahun 2004, antara metode perusahaan
dengan metode MRP akan menggambarkan penghematan dari masing-masing
metode MRP. Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa dari ketiga bahan baku
metode MRP teknik period order quantity (POQ) memiliki biaya persediaan
terkecil dibandingkan metode lain, yaitu untuk bahan baku jagung kuning sebesar
Rp 52,834,146.98, bahan baku bungkil kedelai Rp 52,285,411.60 dan bahan baku
CGM Rp 11,175,035.96. Dengan penghematan biaya persediaan sebesar Rp
81,034,405.90 atau 60.53% untuk bahan baku jagung kuning, bahan baku bungkil
kedelai sebesar Rp 68,457,926.74 atau 56.70% dan bahan baku CGM sebesar Rp
10,542,166.44 atau 48.54%.
Maka alternatif metode MRP yang dapat digunakan perusahaan adalah metode
MRP teknik period order quantity. Selain menghasilkan biaya persediaan yang
paling minimum, teknik POQ juga merupakan perbaikan dari teknik fixed period
requirement dan teknik economic order quantity, teknik period order quantity
cocok diterapkan di perusahaan karena selain memberikan ukuran lot yang
ekonomis yang mempertimbangkan minimasi biaya persediaan, teknik period
order quantity juga menyediakan persediaan yang cukup untuk mengantisipasi
jika suatu saat perusahaan dihadapkan pada masalah kekurangan bahan baku.
Dengan teknik POQ, perkiraan biaya persediaan tahun 2006 untuk bahan baku
jagung kuning sebesar Rp 109,041,629.64, bungkil kedelai sebesar Rp
84,646,077.87 dan CGM sebesar Rp 20,288,983.65.
Kata kunci : persediaan bahan baku pakan, analisis biaya persediaan