Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Pengaruh Dimensi Kesehatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Barat Pada Dinas Ksehatan Provinsi Jawa Barat
Hari Cahyadi NIM. (2010) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) adalah
pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar
hidup untuk semua negara seluruh dunia. Desentralisasi Provinsi Jawa Barat
diharapkan mampu melakukan penataan yang dapat mewujudkan kehidupan
masyarakat Jawa Barat agar semakin sejahtera dan sehat, baik jasmani serta rohani
yang merupakan pertanggungjawaban publik bagi penyelenggaraan pembangunan
khususnya peningkatan kualitas kesehatan.
Provinsi Jawa Barat sementara terlampir IPM tahun 2008 ditetapkan Badan Pusat
Statistik (BPS) sebesar 71,12 dan masih tertinggal sekitar 8,88 poin, untuk mencapai
angka IPM 80 sebagai provinsi terdepan di Indonesia. Berdasarkan sektor kesehatan,
indikator utama yang diukur adalah Umur Harapan Hidup (UHH) waktu lahir. Salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia,
maka pembangunan kesehatan masyarakat Jawa Barat Sehat 2010 diarahkan pada
fokus pencapaian program yaitu âÃâ¬ÃÅJabar SiagaâÃâ¬Ã� dan âÃâ¬ÃÅJamkesmas Jawa BaratâÃâ¬Ã�.
Analisis pengaruh dimensi kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Provinsi Jawa Barat menggunakan Multiple Regression. Variabel penelitian terbagi
dua yaitu variabel bebas Umur Harapan Hidup (UHH), Angka Melek Huruf (AMH),
Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Daya Beli (PPP). Variabel terikat pada penelitian
ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Didapatkan dari metode regresi
berganda besarnya pengaruh dimensi kesehatan terhadap IPM sebesar 36%. Analisis
lebih lanjut mengenai koefisien korelasi menggunakan Path Analysis, didapatkan
model struktural variabel eksogen dan endogen.
Ringkasan Alternatif
Human Development Index (HDI) or the Human Development Index (HDI) is a comparative
measure of life expectancy, literacy, education and living standards to all countries around
the world. Decentralization of West Java Province is expected to make arrangements that can
realize the life of the people of West Java in order to increasingly prosperous and healthy,
both physically and spiritually, which is public accountability for the implementation of
development especially in health care quality improvement.
West Java Province in 2008 while accompanying IPM established the Central Statistics
Agency (BPS) at 71.12 and remained around 8.88 points, to reach number 80 as a provincial
leader IPM in Indonesia. Based on the health sector, key indicators measured were life
expectancy (UHH) the time of birth. One way that can be done to improve the Human
Development Index, the public health development Health of West Java in 2010 aimed at
achieving the focus of the program is "JABAR SIAGA" and "JAMKESMAS PROVINSI
JAWA BARAT".
Analysis of the influence of the health dimensions of the Human Development Index (HDI)
of West Java province using Multiple Regression. The research variables are divided into two
independent variables life expectancy (UHH), Literacy Rate (AMH), Avg Length of School
(RLS) and Purchasing Power (PPP). Dependent variable in this study is the Human
Development Index (HDI). Obtained from multiple regression analysis the influence of the
health dimensions of the HDI by 36%. Further analysis of the correlation coefficient using a
path analysis, structural models obtained exogenous and endogenous