Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Pengelolaan IPAL Industri Cimahi Selatan Menggunakan Skema KPBU Dengan Model Kerjasama Bangun Guna Serah
Shiva Noor Handia (2020) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Pemerintah Kota Cimahi memiliki tanggung jawab untuk menanggulangi pencemaran lingkungan atas limbah industri. Meskipun pihak industri telah memiliki IPAL namun pencemaran sungai masih terjadi. Kebutuhan dana yang besar dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan bertolak belakang. Pemerintah tidak memiliki sumber keuangan yang memadai untuk melakukan pengendalian lingkungan sehingga membutuhkan pihak ketiga untuk mengelola pencemaran limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelembagaan yang bertindak sebagai mitra pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap kualitas Sungai Cimahi akibat pencemaran limbah industri, mengetahui kelayakan investasi dan ekonomi IPAL. Grand Theory dalam penelitian ini yaitu teori model kerjasama pemerintah dan swasta dan kelayakan ekonomi dari bentuk kerjasama pemerintah dan swasta. Sedangkan landasan normatif yang digunakan yaitu Perpres 13/2010, Perpres 67/2005, Permen PPN 04/2012, dan Perpres 38/2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualititatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi ilmiah, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu cost benefit analysis untuk menghitung hasil dari kelayakan ekonomi berdasarkan parameter ekonomi yaitu NPV dan IRR. Data primer dilakukan dengan cara observasi ilmiah dan wawancara. Data sekunder dilakukan dengan cara studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga poin. Pertama, jenis kelembagaan yang ditetapkan yaitu kelembagaan KPBU. Lembaga swasta lembaga yang bekerja sama melakukan joint venture untuk menjadi mitra pemerintah dalam memenuhi semua proses kebutuhan dari mulai pendanaan sampai operasional melalui perjanjian konsorsium. Kedua, kajian teknologi yang digunakan yaitu Biofilter Anerob-aerob yang terdiri dari bak kontrol, bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak biofilter anaerob, bak aerasi, bak biofilter aerob, dan bak pengendapan akhir. Perhitungan biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun IPAL Biofilter Anaerob-Aerob adalah Rp 10.398.711.747,- dengan total life cycle cost selama 15 tahun sebesar Rp23.102.019.337,-. Estimasi pendapatan yang didapatkan selama 15 tahun yaitu sebesar Rp 44.261.318.891,- untuk Badan Usaha Pelaksana sedangkan pendapatan dan manfat yang dirasakan oleh pemerintah senilai Rp127.688.571.377,-. Ketiga, studi kelayakan dengan parameter ekonomi yang dibuktikan dengan menghitung NPV dan IRR selama kurun waktu 15 tahun. Parameter ekonomi IRR untuk BUP adalah 11% sedangkan untuk pemerintah adalah 46%. Kata kunci: KPBU, Analisis Investasi IPAL, Analisis Ekonomi IPAL, Perencanaan Pembangunan IPAL, Pengendalian Air Sungai.
Ringkasan Alternatif
The Cimahi City Government has a responsibility to overcome environmental pollution over industrial waste. Even though the industry already has WWTP, river pollution still occurs. Large funding needs with the ability to meet contradictory needs. The government does not have adequate financial resources to control the environment so it requires a third party to manage waste pollution. This study aims to examine institutions that act as government partners to control the quality of the Cimahi River due to industrial waste pollution, knowing the investment and economic feasibility of WWTPs. Grand Theory in this study is the theory of the model of government and private cooperation and economic feasibility of the form of government and private cooperation. While the normative foundation used is Perpres 13/2010, Presidential Regulation 67/2005, PPN Regulation 04/2012, and Presidential Regulation 38/2015. The research method used is descriptive method with quantitative and qualitative approaches. Data collection techniques use the method of scientific observation, interviews, and documentation studies. The data analysis technique used is to calculate the results of economic feasibility based on economic parameters namely NPV and IRR. Primary data is carried out by scientific observation and interviews. Secondary data is carried out by means of documentation studies. The results of this study are three points. First, the type of institution stipulated is the PPP institution. Private institutions that work together carry out joint ventures to become government partners in fulfilling all needs processes from funding to operations through a consortium agreement. Second, the study of the technology used is Anerob-aerb Biofilter which consists of a control tank, equalization tank, initial settling tank, anaerobic biofilter, such as aeration, like an aerobic biofilter, and a final settling tank. Calculation of the investment costs needed to build an IPAL Anaerobic-Aerob Biofilter is Rp. 10,398,711,747,- with a total life cycle cost of 15 years amounting to Rp. 23,102,019,337. The estimated income obtained for 15 years is Rp. 44,261,318,891,- for the Executing Business Entity while the revenue and benefits felt by the government is Rp. 127,688,571,377. Third, feasibility studies with economic parameters as evidenced by calculating NPV and IRR over a period of 15 years. The economic parameters of the IRR for BUP are 11% while for the government is 46%. Keywords: PPP, Analysis of WWTP Investment, Economic Analysis of WWTP, Planning of WWTP Development, Control of River Water.