Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PENGELOLAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TYPE 160
(STUDI KASUS : PT. GRAHA ABADI MANDIRI)
HENDRA SUKMAWAN (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Semakin pesatnya pertumbuhan masyarakat Indonesia saat ini, menuntut akan kebutuhan –
kebutuhan yang sangat vital, salah satu diantaranya adalah kebutuhan tempat tinggal
(rumah). Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia yang mempunyai fungsi dan
peranan yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia. Salah satu perusahaan
yang bergerak dalam bidang proyek pembangunan rumah adalah PT. Graha Abadi
Mandiri. Proyek pembangunan rumah dengan luas bangunan 160 m2 yang memiliki
bangunan 2 (dua) lantai.
Salah satu alat manajemen yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan
mengendalikan proyek adalah metode CPM (Critical Path Method). Metode ini merupakan
teknik perencanaan yang berdasarkan suatu diagram jaringan kerja yang berisi lintasanlintasan
kegiatan dan urutan-urutan peristiwa yang ada selama penyelenggaraan proyek.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan
metode CPM akan didapat waktu proyek yang lebih singkat dengan menggunakan ongkos
proyek yang lebih rendah.
Dari perencanaan jadwal proyek yang telah dibuat oleh Manajer Teknik di perusahaan ini,
didapatkan waktu pekerjaan proyek selama 57 hari kalender dengan total biaya proyek
sebesar Rp. 165.984.000, setelah mengalami proses pemendekan waktu (Crash Program)
maka biaya proyek mengalami kenaikan sebesar Rp.169.296.000, dengan waktu pekerjaan
proyek selama 52 hari kalender. Proses pemendekan waktu hanya dilakukan pada kegiatan
yang terletak di lintasan kritis saja dengan melihat perubahan dari CCUT (Change Cost
Unit Time) yang terkecil. Keuntungan yang diperoleh dari proses pemendekan waktu ini
adalah pengurangan waktu pengerjaan proyek.
Proses Crashing ini sebagai alternatif bagi perusahaan, untuk menawarkan proyek
pembangunan rumah dengan luas bangunan 160 m2 kepada konsumen, dimana waktu
pengerjaannya bisa dipercepat dari waktu semula, tentunya dengan harga yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.
Ringkasan Alternatif
Semakin pesatnya pertumbuhan masyarakat Indonesia saat ini, menuntut akan kebutuhan –
kebutuhan yang sangat vital, salah satu diantaranya adalah kebutuhan tempat tinggal
(rumah). Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia yang mempunyai fungsi dan
peranan yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia. Salah satu perusahaan
yang bergerak dalam bidang proyek pembangunan rumah adalah PT. Graha Abadi
Mandiri. Proyek pembangunan rumah dengan luas bangunan 160 m2 yang memiliki
bangunan 2 (dua) lantai.
Salah satu alat manajemen yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan
mengendalikan proyek adalah metode CPM (Critical Path Method). Metode ini merupakan
teknik perencanaan yang berdasarkan suatu diagram jaringan kerja yang berisi lintasanlintasan
kegiatan dan urutan-urutan peristiwa yang ada selama penyelenggaraan proyek.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan
metode CPM akan didapat waktu proyek yang lebih singkat dengan menggunakan ongkos
proyek yang lebih rendah.
Dari perencanaan jadwal proyek yang telah dibuat oleh Manajer Teknik di perusahaan ini,
didapatkan waktu pekerjaan proyek selama 57 hari kalender dengan total biaya proyek
sebesar Rp. 165.984.000, setelah mengalami proses pemendekan waktu (Crash Program)
maka biaya proyek mengalami kenaikan sebesar Rp.169.296.000, dengan waktu pekerjaan
proyek selama 52 hari kalender. Proses pemendekan waktu hanya dilakukan pada kegiatan
yang terletak di lintasan kritis saja dengan melihat perubahan dari CCUT (Change Cost
Unit Time) yang terkecil. Keuntungan yang diperoleh dari proses pemendekan waktu ini
adalah pengurangan waktu pengerjaan proyek.
Proses Crashing ini sebagai alternatif bagi perusahaan, untuk menawarkan proyek
pembangunan rumah dengan luas bangunan 160 m2 kepada konsumen, dimana waktu
pengerjaannya bisa dipercepat dari waktu semula, tentunya dengan harga yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.