Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU
DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LOT SIZING UNTUK
MEMINIMASI ONGKOS TOTAL PERSEDIAAN
DI PT.OCTA PUTRAJAYA TEKSTIL MILLS BANDUNG
FEBBY RAMANDA CHAIRI (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
PT. Octa Putrajaya Tekstil Mills merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang textile dimana produksinya berupa kain, permasalahan yang terjadi pada
perusahaan PT. Octa Putrajaya Tekstil Mills yaitu kurang memiliki metode yang
jelas mengenai pengendalian persediaan bahan baku dimana PT. Octa Putrajaya
Tekstil Mills menentukan kuantitas pemesanan bahan baku dan periode
pemesanannya hanya berdasarkan pengalaman dan intuisi, situasi seperti ini dapat
mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, dimana kelebihan persediaan akan
mengakibatkan tidak produktifnya modal yang tertanam, sedangkan kekurangan
persediaan dapat menyebabkan kerugian. Oleh karena itu dalam penelitian ini
dilakukan usulan model pengendalian persediaan untuk membantu pihak
perusahaan dalam menentukan kebijakan pemesanan. Tujuan penelitian yang
ingin dicapai dalam penelitian yang dilakukan di PT. Octa Putrajaya Tekstil Mills
adalah untuk mendapatkan ongkos total persediaan yang minimum.
Dalam melakukan penelitian, sebelumnya harus ada beberapa teori yang
menunjang dari permasalahan yang ada dimana teori-teori yang mendukung pada
penelitian ini adalah Teknik Lot Sizing serta beberapa penjelasan tentang
pengendalian persediaan.
Pengolahan data dimulai dengan melakukan observasi pada proses produksi mulai
dari proses persiapan sampai proses kemas, dimana hasil dari observasi tersebut di
dapatkan permintaan 3 jenis kain dan kebutuhan bahan baku untuk membuat
produk kain tersebut, ketiga jenis bahan baku tersebut adalah bahan baku untuk
jenis kain Teteron Rayon (TR 20 S), Teteron Cotton (TC 45 S), dan Cotton Full
(C 20 S). Tahap selanjutnya adalah melakukan perbandingan pengendalian
persediaan dengan Teknik Lot Sizing, diantaranya: Economic Order Quantity,
Lot-For-Lot, Fixed Order Quantity, Periodic Order Quantity, Leastes Unit Cost,
Metode Silver-Meal dan Wagner-Whitin Algorithm, setelah dilakukan perhitungan
menggunakan Teknik Lot Sizing kemudian dari hasil perbandingan pengendalian
persediaan tersebut dipilih ongkos terkecil.
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan metode pengendalian persediaan
bahan baku kain jenis TR 20 S, TC 45 S dan C 20 S di PT. Octa Putrajaya Tekstil
Mills diusulkan untuk menggunakan metode Silver-Meal Algorithm, karena
metode ini sesuai dengan kondisi perusahaan yang menginginkan total ongkos
persediaan yang minimum dengan ongkos total sebesar Rp. 36.000.000. Selain itu
karakteristik dari metode ini jelas bahwa lot size yang dipilih harus dapat
meminimasi ongkos total perperiode.
Ringkasan Alternatif
PT. Octa Putrajaya Tekstil Mills merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang textile dimana produksinya berupa kain, permasalahan yang terjadi pada
perusahaan PT. Octa Putrajaya Tekstil Mills yaitu kurang memiliki metode yang
jelas mengenai pengendalian persediaan bahan baku dimana PT. Octa Putrajaya
Tekstil Mills menentukan kuantitas pemesanan bahan baku dan periode
pemesanannya hanya berdasarkan pengalaman dan intuisi, situasi seperti ini dapat
mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, dimana kelebihan persediaan akan
mengakibatkan tidak produktifnya modal yang tertanam, sedangkan kekurangan
persediaan dapat menyebabkan kerugian. Oleh karena itu dalam penelitian ini
dilakukan usulan model pengendalian persediaan untuk membantu pihak
perusahaan dalam menentukan kebijakan pemesanan. Tujuan penelitian yang
ingin dicapai dalam penelitian yang dilakukan di PT. Octa Putrajaya Tekstil Mills
adalah untuk mendapatkan ongkos total persediaan yang minimum.
Dalam melakukan penelitian, sebelumnya harus ada beberapa teori yang
menunjang dari permasalahan yang ada dimana teori-teori yang mendukung pada
penelitian ini adalah Teknik Lot Sizing serta beberapa penjelasan tentang
pengendalian persediaan.
Pengolahan data dimulai dengan melakukan observasi pada proses produksi mulai
dari proses persiapan sampai proses kemas, dimana hasil dari observasi tersebut di
dapatkan permintaan 3 jenis kain dan kebutuhan bahan baku untuk membuat
produk kain tersebut, ketiga jenis bahan baku tersebut adalah bahan baku untuk
jenis kain Teteron Rayon (TR 20 S), Teteron Cotton (TC 45 S), dan Cotton Full
(C 20 S). Tahap selanjutnya adalah melakukan perbandingan pengendalian
persediaan dengan Teknik Lot Sizing, diantaranya: Economic Order Quantity,
Lot-For-Lot, Fixed Order Quantity, Periodic Order Quantity, Leastes Unit Cost,
Metode Silver-Meal dan Wagner-Whitin Algorithm, setelah dilakukan perhitungan
menggunakan Teknik Lot Sizing kemudian dari hasil perbandingan pengendalian
persediaan tersebut dipilih ongkos terkecil.
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan metode pengendalian persediaan
bahan baku kain jenis TR 20 S, TC 45 S dan C 20 S di PT. Octa Putrajaya Tekstil
Mills diusulkan untuk menggunakan metode Silver-Meal Algorithm, karena
metode ini sesuai dengan kondisi perusahaan yang menginginkan total ongkos
persediaan yang minimum dengan ongkos total sebesar Rp. 36.000.000. Selain itu
karakteristik dari metode ini jelas bahwa lot size yang dipilih harus dapat
meminimasi ongkos total perperiode.