Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PERBEDAAN GENDER KEHIDUPAN TOKOH UTAMA
WANITA DALAM ROMAN “YUKI GUNI”, KARYA KAWABATA
YASUNARI
(Melalui Pendekatan Sosiologis dan Antropologis)
VANNY YERMINA UNMEHOPA (2006) | Skripsi | Sastra Jepang , Sastra Jepang
Bagikan
Ringkasan
Pada umumnya perbedaan gender adalah fenomena sosial yang sampai
saat ini masih berlangsung di semua negara, salah satunya dalam kehidupan
masyarakat Jepang. Status yang dimiliki oleh wanita dan pria dipandang sangat
berbeda. Hal ini melahirkan berbagai diskriminasi bagi para wanita dan anak
perempuan dalam aspek kehidupan sehari-hari. Diskriminasi yang dialami adalah
marginalisasi (peminggiran), subordinasi (penomorduaan), stereotipe buruk,
violence (kekerasan), dan beban kerja yang berlebihan. Dalam karya sastra,
pengaruh mitos, sistem religi, dan ajaran-ajaran kebudayaan yang mengakar
dalam setiap masyarakat, termasuk fenomena perbedaan gender ini, sangat
menarik untuk dipelajari dan dipahami. Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis
melakukan analisis terhadap roman “Yuki Guni”, karya Kawabata Yasunari,
dengan judul “ANALISIS PERBEDAAN GENDER KEHIDUPAN TOKOH
UTAMA WANITA DALAM ROMAN “YUKI GUNI”, KARYA
KAWABATA YASUNARI (MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGIS DAN
ANTROPOLOGIS)”.
Ruang lingkup penelitian dibatasi pada pembahasan masalah mengenai
kondisi perbedaan gender berdasarkan kehidupan tokoh wanita dalam roman “Yuki Guni”, pengaruh perbedaan gender terhadap kehidupan para tokoh utama
dalam roman “Yuki Guni”, dan hubungan perbedaan gender dalam roman “Yuki
Guni” dengan ajaran masyarakat Jepang.Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana keadaan wanita dan anak perempuan dalam roman “Yuki
Guni”, pengaruh yang mereka dapatkan yang sudah lama ‘hidup’ dalam sejarah
masyarakat mereka. Kemudian dilakukan analisis terhadap roman “Yuki Guni”
tentang diskriminasi gender yang terjadi dalam kehidupan para tokoh wanita dan
anak perempuan, dengan menggunakan beberapa metode penelitian dan
penulisan, yaitu metode kualitatif, metode deskriptif analisis, dan metode analisis
isi, serta beberapa pendekatan, yaitu pendekatan sosiologis dan antropologis.
Dari hasil analisis disimpulkan bahwa diskriminasi gender adalah sebuah
fenomena dari generasi ke generasi, yang tidak mungkin akan berubah dengan
mudah. Diskriminasi gender yang dialami oleh para tokoh wanita dan anak
perempuan dalam roman tersebut (Marginalisasi (Peminggiran), Subordinasi
(Penomorduaan), Stereotipe (Citra Buruk), Violence (Kekerasan), dan Beban
Kerja Berlebihan), benar-benar membawa pengaruh buruk (pengaruh dalam
bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan psikologis), dan sangat
merugikan mereka sebagai makhluk hidup yang utuh, walaupun di sisi lain, hal ini
memacu mereka untuk menjadikan diri mereka jauh lebih baik dibandingkan
dengan pria.
Ringkasan Alternatif
Pada umumnya perbedaan gender adalah fenomena sosial yang sampai
saat ini masih berlangsung di semua negara, salah satunya dalam kehidupan
masyarakat Jepang. Status yang dimiliki oleh wanita dan pria dipandang sangat
berbeda. Hal ini melahirkan berbagai diskriminasi bagi para wanita dan anak
perempuan dalam aspek kehidupan sehari-hari. Diskriminasi yang dialami adalah
marginalisasi (peminggiran), subordinasi (penomorduaan), stereotipe buruk,
violence (kekerasan), dan beban kerja yang berlebihan. Dalam karya sastra,
pengaruh mitos, sistem religi, dan ajaran-ajaran kebudayaan yang mengakar
dalam setiap masyarakat, termasuk fenomena perbedaan gender ini, sangat
menarik untuk dipelajari dan dipahami. Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis
melakukan analisis terhadap roman “Yuki Guni”, karya Kawabata Yasunari,
dengan judul “ANALISIS PERBEDAAN GENDER KEHIDUPAN TOKOH
UTAMA WANITA DALAM ROMAN “YUKI GUNI”, KARYA
KAWABATA YASUNARI (MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGIS DAN
ANTROPOLOGIS)”.
Ruang lingkup penelitian dibatasi pada pembahasan masalah mengenai
kondisi perbedaan gender berdasarkan kehidupan tokoh wanita dalam roman “Yuki Guni”, pengaruh perbedaan gender terhadap kehidupan para tokoh utama
dalam roman “Yuki Guni”, dan hubungan perbedaan gender dalam roman “Yuki
Guni” dengan ajaran masyarakat Jepang.Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana keadaan wanita dan anak perempuan dalam roman “Yuki
Guni”, pengaruh yang mereka dapatkan yang sudah lama ‘hidup’ dalam sejarah
masyarakat mereka. Kemudian dilakukan analisis terhadap roman “Yuki Guni”
tentang diskriminasi gender yang terjadi dalam kehidupan para tokoh wanita dan
anak perempuan, dengan menggunakan beberapa metode penelitian dan
penulisan, yaitu metode kualitatif, metode deskriptif analisis, dan metode analisis
isi, serta beberapa pendekatan, yaitu pendekatan sosiologis dan antropologis.
Dari hasil analisis disimpulkan bahwa diskriminasi gender adalah sebuah
fenomena dari generasi ke generasi, yang tidak mungkin akan berubah dengan
mudah. Diskriminasi gender yang dialami oleh para tokoh wanita dan anak
perempuan dalam roman tersebut (Marginalisasi (Peminggiran), Subordinasi
(Penomorduaan), Stereotipe (Citra Buruk), Violence (Kekerasan), dan Beban
Kerja Berlebihan), benar-benar membawa pengaruh buruk (pengaruh dalam
bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan psikologis), dan sangat
merugikan mereka sebagai makhluk hidup yang utuh, walaupun di sisi lain, hal ini
memacu mereka untuk menjadikan diri mereka jauh lebih baik dibandingkan
dengan pria.