Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MAKNA
KANJOO KEIYOOSHI
(Studi Analisis Deskriptif Terhadap Keiyooshi Tanoshii, Ureshii,
Shiawase dalam Kalimat Bahasa Jepang)
SHANDY PURNAMA (2006) | Skripsi | Sastra Jepang , Sastra Jepang
Bagikan
Ringkasan
Rasa adalah salah satu kemampuan manusia yang menarik untuk diteliti.
Rasa berhubungan dengan kejiwaan manusia, yaitu sesuatu yang timbul dari
dalam diri manusia yang diekspresikan ke dalam berbagai bentuk perasaan.
Perasaan yang dimiliki manusia tidak terbatas pada satu perasaan saja, tetapi
bersifat kompleks, bisa berupa perasaan bahagia atau sedih, artinya perasaan yang
timbul tergantung pada kondisi manusia itu sendiri.
Berdasarkan pernyataan di atas, maka penulis menjadikan rasa sebagai latar
belakang penulisan ini. Adapun rasa yang dimaksud adalah perasaan gembira,
senang, dan bahagia. Dalam bahasa Jepang padanan kata-kata tersebut adalah
tanoshii, ureshii, dan shiawase. Dalam tulisan ini penulis mendeskripsikan ketiga
kata tersebut dengan menitikberatkan permasalahan pada persamaan, perbedaan
makna dan penggunaannya pada suatu kalimat.
Tanoshii, ureshii, dan shiawase termasuk ke dalam kelas kata keiyooshii.
Tanoshii, dan ureshii adalah kata sifat golongan i keiyooshi, sedangkan shiawase
adalah kata sifat golongan na keiyooshi. Dari segi bentuk (katsuyookei), ketiga
kata sifat tersebut dapat mengalami perubahan. Seperti kita ketahui, bahwa
tanoshii, ureshii, dan shiawase merupakan kata sifat yang menyatakan perasaan
atau kanjoo keiyooshi. Ketiganya memiliki hubungan kesinoniman, namun
memiliki perbedaan dalam hal nilai rasa, makna kata, dan situasi penggunaannya.
Secara leksikal, kanjoo keiyooshi tanoshii, ureshii, dan shiawase bermakna
sama, yaitu bahagia, berbahagia, gembira, senang, dan senang hati. Secara
denotasi pun makna ketiga adjektiva tersebut sama, yaitu aktifitas atau perubahan
kejiwaan manusia berupa ekspresi perasaan senang, bahagia, dan gembira yang
disertai dengan perubahan ekspresi muka. Nilai rasa dan makna kata adalah
perbedaan yang paling mencolok dari kanjoo keiyooshi tanoshii, ureshii, dan
shiawase. Tanoshii memiliki nilai rasa yang tidak terlalu mendalam, karena
kebahagiaannya hanya sebatas kegembiraan yang sesaat. Ureshii memiliki nilai
rasa yang lebih dalam dan meluap-luap, sedangkan shiawase terkesan lebih tenang
dan tidak berlebihan. Secara makna kata, tanoshii berarti keadaan hati yang
bahagia dan bersifat objektif yang timbul karena suatu kegiatan atau aktifitas.
Ureshii bermakna kebahagiaan hati yang bersifat subjektif karena hasrat hatinya
terpenuhi dan timbul ketika menerima sesuatu, sedangkan shiawase bermakna
kebahagiaan hati yang bersifat subjektif, pribadi, dan biasanya berhubungan
dengan harapan atau kesejahteraan hidup. Pada konteks tertentu penggunaan
ketiga adjektiva tersebut dapat saling menggantikan. Hal ini terjadi jika faktor
penyebab kebahagiaan tidak disebutkan dalam kalimat
Hasil akhir dari penelitian ini adalah adanya suatu pemahaman yang lebih
mengenai persamaan dan perbedaan kanjoo keiyooshi tanoshii, ureshii, dan
shiawase, sehingga diharapkan tidak akan terjadi lagi kesalahan dalam
penggunaannya.
Ringkasan Alternatif
Rasa adalah salah satu kemampuan manusia yang menarik untuk diteliti.
Rasa berhubungan dengan kejiwaan manusia, yaitu sesuatu yang timbul dari
dalam diri manusia yang diekspresikan ke dalam berbagai bentuk perasaan.
Perasaan yang dimiliki manusia tidak terbatas pada satu perasaan saja, tetapi
bersifat kompleks, bisa berupa perasaan bahagia atau sedih, artinya perasaan yang
timbul tergantung pada kondisi manusia itu sendiri.
Berdasarkan pernyataan di atas, maka penulis menjadikan rasa sebagai latar
belakang penulisan ini. Adapun rasa yang dimaksud adalah perasaan gembira,
senang, dan bahagia. Dalam bahasa Jepang padanan kata-kata tersebut adalah
tanoshii, ureshii, dan shiawase. Dalam tulisan ini penulis mendeskripsikan ketiga
kata tersebut dengan menitikberatkan permasalahan pada persamaan, perbedaan
makna dan penggunaannya pada suatu kalimat.
Tanoshii, ureshii, dan shiawase termasuk ke dalam kelas kata keiyooshii.
Tanoshii, dan ureshii adalah kata sifat golongan i keiyooshi, sedangkan shiawase
adalah kata sifat golongan na keiyooshi. Dari segi bentuk (katsuyookei), ketiga
kata sifat tersebut dapat mengalami perubahan. Seperti kita ketahui, bahwa
tanoshii, ureshii, dan shiawase merupakan kata sifat yang menyatakan perasaan
atau kanjoo keiyooshi. Ketiganya memiliki hubungan kesinoniman, namun
memiliki perbedaan dalam hal nilai rasa, makna kata, dan situasi penggunaannya.
Secara leksikal, kanjoo keiyooshi tanoshii, ureshii, dan shiawase bermakna
sama, yaitu bahagia, berbahagia, gembira, senang, dan senang hati. Secara
denotasi pun makna ketiga adjektiva tersebut sama, yaitu aktifitas atau perubahan
kejiwaan manusia berupa ekspresi perasaan senang, bahagia, dan gembira yang
disertai dengan perubahan ekspresi muka. Nilai rasa dan makna kata adalah
perbedaan yang paling mencolok dari kanjoo keiyooshi tanoshii, ureshii, dan
shiawase. Tanoshii memiliki nilai rasa yang tidak terlalu mendalam, karena
kebahagiaannya hanya sebatas kegembiraan yang sesaat. Ureshii memiliki nilai
rasa yang lebih dalam dan meluap-luap, sedangkan shiawase terkesan lebih tenang
dan tidak berlebihan. Secara makna kata, tanoshii berarti keadaan hati yang
bahagia dan bersifat objektif yang timbul karena suatu kegiatan atau aktifitas.
Ureshii bermakna kebahagiaan hati yang bersifat subjektif karena hasrat hatinya
terpenuhi dan timbul ketika menerima sesuatu, sedangkan shiawase bermakna
kebahagiaan hati yang bersifat subjektif, pribadi, dan biasanya berhubungan
dengan harapan atau kesejahteraan hidup. Pada konteks tertentu penggunaan
ketiga adjektiva tersebut dapat saling menggantikan. Hal ini terjadi jika faktor
penyebab kebahagiaan tidak disebutkan dalam kalimat
Hasil akhir dari penelitian ini adalah adanya suatu pemahaman yang lebih
mengenai persamaan dan perbedaan kanjoo keiyooshi tanoshii, ureshii, dan
shiawase, sehingga diharapkan tidak akan terjadi lagi kesalahan dalam
penggunaannya.