Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH DASAR NEGERI GIRI HIEUM DENGAN MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHODE (CPM) SEBAGAI PARAMETER
R. REZA JAKAPURWA SETYA P (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Pendidikan di Indonesia pada saat ini menjadi prioritas utama bagi pemerintahan, dengan bantuan pemerintah yang menyalurkan dana dari APBN sebesar 20% mengharuskan masyarakat Indonesia untuk wajib belajar 9 tahun. Untuk berlangsungnya pendidikan, sewajarnya harus diimbangi dengan sarana yang memadai. Proyek pembangunan SD Negeri Giri Hieum adalah salah satu contoh pengembangan sarana pendidikan. Proyek pembangunan ini dikerjakan secara swakelola yang meliputi empat bangunan ruang kelas, dari perencanaan jadual proyek yang telah dibuat didapatkan perkiraan waktu pelaksanaan proyek selama 67 hari kerja dengan anggaran biaya proyek sebesar Rp 165.800.016,55. Pada pelaksanaannya proyek pembangunan ini hanya memerlukan waktu penyelesaian selama 61 hari kerja. Walaupun pengerjaannya lebih cepat daripada yang direncanakan, anggaran habis terpakai oleh ongkos tenaga kerja lembur. Metode yang digunakan untuk merencanakan dan menjadualkan proyek adalah CPM karena metode ini banyak membantu pengalokasian dan penjadualan sumber daya. Perhitungan yang digunakan dalam menentukan lintasan kritis yaitu perhitungan maju dan perhitungan mundur, jika selisih antara waktu mulai akhir dan waktu mulai awal sama dengan nol (0) maka kegiatan tersebut dinamakan lintasan kritis, dalam pembuatan kurva s plotnya diambil dari komulatif biaya perhari. Untuk perhitungan pengendalian proyek menggunakan metode indikator nilai hasil BCWS, ACWP dan BCWP dengan ketiga indikator tersebut dapat dihasilkan varians biaya (CV), varians jadual (SV), indeks kinerja biaya (CPI), dan indeks kinerja jadual (SPI), Terjadi percepatan pelaksanaan disebabkan oleh beberapa hal diantaranya ada beberapa aktifitas proyek yang dalam pengerjaannya lebih cepat daripada yang direncanakan adapun faktor –faktor yang mempengaruhi percepatan tersebut adalah : faktor lingkungan atau cuaca yang cerah mempercepat pengeringan, tukang dengan keterampilannya yang baik mempengaruhi aktivitas proyek, mandor sebagai pengawas bisa mempengaruhi kecepatan proyek, pengadaan material yang tepat dan alat – alat yang dibutuhkan siap digunakan dan tersedia.
Ringkasan Alternatif
Pendidikan di Indonesia pada saat ini menjadi prioritas utama bagi pemerintahan, dengan bantuan pemerintah yang menyalurkan dana dari APBN sebesar 20% mengharuskan masyarakat Indonesia untuk wajib belajar 9 tahun. Untuk berlangsungnya pendidikan, sewajarnya harus diimbangi dengan sarana yang memadai. Proyek pembangunan SD Negeri Giri Hieum adalah salah satu contoh pengembangan sarana pendidikan. Proyek pembangunan ini dikerjakan secara swakelola yang meliputi empat bangunan ruang kelas, dari perencanaan jadual proyek yang telah dibuat didapatkan perkiraan waktu pelaksanaan proyek selama 67 hari kerja dengan anggaran biaya proyek sebesar Rp 165.800.016,55. Pada pelaksanaannya proyek pembangunan ini hanya memerlukan waktu penyelesaian selama 61 hari kerja. Walaupun pengerjaannya lebih cepat daripada yang direncanakan, anggaran habis terpakai oleh ongkos tenaga kerja lembur. Metode yang digunakan untuk merencanakan dan menjadualkan proyek adalah CPM karena metode ini banyak membantu pengalokasian dan penjadualan sumber daya. Perhitungan yang digunakan dalam menentukan lintasan kritis yaitu perhitungan maju dan perhitungan mundur, jika selisih antara waktu mulai akhir dan waktu mulai awal sama dengan nol (0) maka kegiatan tersebut dinamakan lintasan kritis, dalam pembuatan kurva s plotnya diambil dari komulatif biaya perhari. Untuk perhitungan pengendalian proyek menggunakan metode indikator nilai hasil BCWS, ACWP dan BCWP dengan ketiga indikator tersebut dapat dihasilkan varians biaya (CV), varians jadual (SV), indeks kinerja biaya (CPI), dan indeks kinerja jadual (SPI), Terjadi percepatan pelaksanaan disebabkan oleh beberapa hal diantaranya ada beberapa aktifitas proyek yang dalam pengerjaannya lebih cepat daripada yang direncanakan adapun faktor –faktor yang mempengaruhi percepatan tersebut adalah : faktor lingkungan atau cuaca yang cerah mempercepat pengeringan, tukang dengan keterampilannya yang baik mempengaruhi aktivitas proyek, mandor sebagai pengawas bisa mempengaruhi kecepatan proyek, pengadaan material yang tepat dan alat – alat yang dibutuhkan siap digunakan dan tersedia.
Sumber