Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Realokasi Anggaran Sebagai Solusi untuk Penanganan Covid-19 dan Dampaknya terhadap Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Cimahi)
Riri Habibah Romli (2022) | Skripsi | Akuntansi , Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis realokasi anggaran yang digunakan untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya terhadap mekanisme pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah Kota Cimahi. Corona Virus Desease 19 (Covid-19) merupakan jenis penyakit baru dan ditetapkan sebagai wabah nasional di Indonesia pada tanggal 14 Maret 2020. Pemerintah Kota Cimahi dalam menangani Covid-19 melakukan realokasi anggaran dan refocussing anggaran sesuai dengan Inpres No 4 Tahun 2020. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari tempat penelitian yaitu berupa, laporan realisasi anggaran dan data hasil wawancara. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realokasi anggaran yang dilakukan Kota Cimahi untuk penanganan Covid-19 dihimpun ke dalam Belanja Tidak Terduga (BTT) yang mengalami peningkatan menjadi Rp195.019.861.779,71 dari semula hanya sebesar Rp3.711.042.182,17. Belanja Tidak Terduga digunakan untuk mengakomodir kebutuhan belanja yang sifatnya tak terduga dalam penanganan Covid-19 terutama di bidang kesehatan, ekonomi dan sosial. Sementara dampak lain yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19 yakni adanya perubahan mekanisme pengadaan barang dan jasa untuk penanganan Covid-19 yaitu melalui tahapan pengadaan yang lebih singkat dan sebagian besar dilakukan secara online serta menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Kata Kunci: Anggaran, Realokasi Anggaran, Penanganan Covid-19, Pengadaan Barang/Jasa, Penyerapan Anggaran, Pergeseran Anggaran, Covid-19.
Ringkasan Alternatif
The aim of this qualitative research is analyzing the reallocation of the budget used for handling Covid-19 and its impact on the mechanism for procuring goods and services at the Cimahi City Government. Covid-19 is a new type of disease and was designated as a national epidemic in Indonesia on March 14, 2020. The Cimahi City Government in dealing with Covid-19 has reallocated the budget and refocused the budget in accordance with Presidential Instruction No. 4 of 2020. The data sources used were primary data obtained directly from the research site, namely, budget realization reports and interview data. Methods of collecting data using interviews and documentation studies. The results showed that the budget reallocation carried out by the City of Cimahi for the handling of Covid-19 was allocated to Unexpected Expenditures (BTT), which increased to an increase to Rp195,019,861,779.71 from the original only Rp3,711,042,182.17. Unexpected Expenditures (BTT) is used to accommodate unexpected shopping needs in handling Covid-19, especially in the health, economic and social fields. Meanwhile, another impact caused by the Covid-19 pandemic is a change in the mechanism for the procurement of goods and services for handling Covid-19, namely through shorter procurement stages and most of them are carried out online and use strict health protocols. Keywords: Budget, Budget Reallocation, Handling Covid-19, Procurement of Goods / Services, Budget Absorption, Budget Shift, Covid-19.