Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS SEMIOTIK KARIKATUR POLITIK âÃâ¬ÃÅOOM PASIKOMâÃâ¬Ã� DI HARIAN UMUM KOMPAS
FERY ALAMSYAH (2010) | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah analisis semiotika karikatur politik Oom Pasikom di H.U Kompas
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Populasi untuk penelitian ini adalah karikatur politik Oom pasikom di Harian Umum Kompas yang berjumlah dua buah karikatur dari edisi Januari sampai dengan Mei 2009. Sampel dalam penelitian ini berjumlah dua buah sampel dan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling .
Teknik analisis data dilakukan dengan penyeleksian data, klasifikasi data, merumuskan hasil penelitian, dan menganalisa hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna denotasi dalam karikatur merujuk pada dua bagian inti yakni komposisi ruang dan hubungan antar objek. Makna denotasi dimaknai sebagai bentuk praproduksi dan awal produksi yang di dalamnya merupakan bentuk signifikansi tahap pertama yang berisi mengenai penjabaran isu politik yang akan di angkat dalam karikatur. Makna konotasi yang ada pada karikatur merupakan bentuk signifikansi tahap kedua yang dimaknai sebagai bentuk pergeseran produksi dari tahap pertama ke dalam tahap kedua dan pasca produksi yang terdiri atas pengistilahan objek dan interpretasi gambar dan bahasa. Makna konotasi dan denotasi pada pendekatan barthes bukan lagi menuju pada penjelasan makna sebenarnya dan makna lain, tetapi lebih kepada penjelasan adanya dua bagian signifikansi gagasan kartunis dalam karikatur. Makna denotasi dan konotasi yang terkandung dalam karikatur menghasilkan mitos yang dapat diungkapkan dan cenderung lebih rasional berupa ideologi. Ideologi yang terkandung di dalamnya terdiri atas nilai, pilihan, dan nilai ideologi yang secara keseluruhan merujuk pada inti pesan kartunis.
Saran untuk H.U Kompas dalam penelitian ini yakni, diharapkan lebih dapat menyentuh sisi humor pembacanya, menseleksi isu-isu yang akanm diangkat dalam karikatur, dan lebih memperjelas pemaknaan karikatur tanpa mengurangi nilai estetikanya. Saran untuk penelitian selanjutnya yakni, peneliti harus memahami karikatur untuk kedalaman penelitian, penelitian mengenai karikatur dapat ditujukan pada bidang lain selain politik, peneliti harus lebih kritis terhadap berbagai kemungkinan yang dihasilkan kartunis untuk dapat memahami wacana yang terkandung di dalam karikatur.
Ringkasan Alternatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah analisis semiotika karikatur politik Oom Pasikom di H.U Kompas
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Populasi untuk penelitian ini adalah karikatur politik Oom pasikom di Harian Umum Kompas yang berjumlah dua buah karikatur dari edisi Januari sampai dengan Mei 2009. Sampel dalam penelitian ini berjumlah dua buah sampel dan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling .
Teknik analisis data dilakukan dengan penyeleksian data, klasifikasi data, merumuskan hasil penelitian, dan menganalisa hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna denotasi dalam karikatur merujuk pada dua bagian inti yakni komposisi ruang dan hubungan antar objek. Makna denotasi dimaknai sebagai bentuk praproduksi dan awal produksi yang di dalamnya merupakan bentuk signifikansi tahap pertama yang berisi mengenai penjabaran isu politik yang akan di angkat dalam karikatur. Makna konotasi yang ada pada karikatur merupakan bentuk signifikansi tahap kedua yang dimaknai sebagai bentuk pergeseran produksi dari tahap pertama ke dalam tahap kedua dan pasca produksi yang terdiri atas pengistilahan objek dan interpretasi gambar dan bahasa. Makna konotasi dan denotasi pada pendekatan barthes bukan lagi menuju pada penjelasan makna sebenarnya dan makna lain, tetapi lebih kepada penjelasan adanya dua bagian signifikansi gagasan kartunis dalam karikatur. Makna denotasi dan konotasi yang terkandung dalam karikatur menghasilkan mitos yang dapat diungkapkan dan cenderung lebih rasional berupa ideologi. Ideologi yang terkandung di dalamnya terdiri atas nilai, pilihan, dan nilai ideologi yang secara keseluruhan merujuk pada inti pesan kartunis.
Saran untuk H.U Kompas dalam penelitian ini yakni, diharapkan lebih dapat menyentuh sisi humor pembacanya, menseleksi isu-isu yang akanm diangkat dalam karikatur, dan lebih memperjelas pemaknaan karikatur tanpa mengurangi nilai estetikanya. Saran untuk penelitian selanjutnya yakni, peneliti harus memahami karikatur untuk kedalaman penelitian, penelitian mengenai karikatur dapat ditujukan pada bidang lain selain politik, peneliti harus lebih kritis terhadap berbagai kemungkinan yang dihasilkan kartunis untuk dapat memahami wacana yang terkandung di dalam karikatur.