Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
ANALISIS SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN GREY PADA
DIVISI WEAVING DI PT GISTEX
TAUFIK (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
PT. Gistex selalu berusaha untuk menepati janji dalam memenuhi pesanan tepat
pada waktunya. Penyediaan bahan baku pada perusahaan ini sesuai dengan order
yang diterima sehingga jumlah dan tingkat pemesanan tidak tentu. Dalam
permasalahannya PT. Gistex mengalami tidak menentunya jumlah persediaan
yang tersimpan, sehingga pada periode-periode tertentu persediaan bahan baku
terlalu banyak (over stock) dan pada periode lainnya kekurangan bahan baku
(stock out) dibandingkan dengan permintaan yang ada. Terlalu banyaknya jumlah
persediaan bahan baku digudang akan menyebabkan tingginya ongkos simpan,
sedangkan kekurangan bahan baku menyebabkan terganggunya kelancaran
produksi yang berakibatkan terhambatnya pemenuhan pesanan. Oleh karena itu
pengendalian persediaan bahan baku yang baik merupakan solusi dari
permasalahan-permasalahan diatas.
Solusi dari permasalahan diatas yaitu dengan cara memberi usulan sistem
pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan model persediaan
Economic Order Quantity (EOQ) atau model Economic Order Interval (EOI).
Sebelum mengolah data pengendalian persediaan bahan baku, pertama-tama
mengagregatkan data permintaan sebagai sumber input untuk proses peramalan
untuk tahun yang akan datang. Metode peramalan yang digunakan yaitu Moving
Average with trend, Linear Regresi, dan Double Eksponensial Smoothing trend.
Peramalan yang terpilih berdasarkan nilai MSE terpilih adalah metode Linear
Regresi. Tahap berikutnya adalah mengolah data hasil peramalan untuk
dilanjutkan dengan proses disagregasi dengan menggunakan Cut & Fit untuk
mengetahui proforsi jumlah demand yang akan diproduksi setiap item benang.
Metode EOQ memberikan suatu keamanan karena adanya reoder point, sehingga
perusahaan tidak perlu khawatir akan kehabisan bahan baku ketika melakukan
proses produksi. Sedangkan metode EOI pada kondisi waktu tertentu, penggunaan
interval waktu pemesanan yang tetap bersifat lebih praktis. Misalnya, kebijakan
supplier dapat meningkatkan pemesanan pada interval waktu yang tetap.
Berdasarkan hasil perhitungan sistem pengadaan persediaan mengunakan metode
EOQ dan EOI, model persediaan yang terpilih adalah metode EOI, karena metode
EOI memberikan pengurangan ongkos yang paling besar.
Ringkasan Alternatif
PT. Gistex selalu berusaha untuk menepati janji dalam memenuhi pesanan tepat
pada waktunya. Penyediaan bahan baku pada perusahaan ini sesuai dengan order
yang diterima sehingga jumlah dan tingkat pemesanan tidak tentu. Dalam
permasalahannya PT. Gistex mengalami tidak menentunya jumlah persediaan
yang tersimpan, sehingga pada periode-periode tertentu persediaan bahan baku
terlalu banyak (over stock) dan pada periode lainnya kekurangan bahan baku
(stock out) dibandingkan dengan permintaan yang ada. Terlalu banyaknya jumlah
persediaan bahan baku digudang akan menyebabkan tingginya ongkos simpan,
sedangkan kekurangan bahan baku menyebabkan terganggunya kelancaran
produksi yang berakibatkan terhambatnya pemenuhan pesanan. Oleh karena itu
pengendalian persediaan bahan baku yang baik merupakan solusi dari
permasalahan-permasalahan diatas.
Solusi dari permasalahan diatas yaitu dengan cara memberi usulan sistem
pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan model persediaan
Economic Order Quantity (EOQ) atau model Economic Order Interval (EOI).
Sebelum mengolah data pengendalian persediaan bahan baku, pertama-tama
mengagregatkan data permintaan sebagai sumber input untuk proses peramalan
untuk tahun yang akan datang. Metode peramalan yang digunakan yaitu Moving
Average with trend, Linear Regresi, dan Double Eksponensial Smoothing trend.
Peramalan yang terpilih berdasarkan nilai MSE terpilih adalah metode Linear
Regresi. Tahap berikutnya adalah mengolah data hasil peramalan untuk
dilanjutkan dengan proses disagregasi dengan menggunakan Cut & Fit untuk
mengetahui proforsi jumlah demand yang akan diproduksi setiap item benang.
Metode EOQ memberikan suatu keamanan karena adanya reoder point, sehingga
perusahaan tidak perlu khawatir akan kehabisan bahan baku ketika melakukan
proses produksi. Sedangkan metode EOI pada kondisi waktu tertentu, penggunaan
interval waktu pemesanan yang tetap bersifat lebih praktis. Misalnya, kebijakan
supplier dapat meningkatkan pemesanan pada interval waktu yang tetap.
Berdasarkan hasil perhitungan sistem pengadaan persediaan mengunakan metode
EOQ dan EOI, model persediaan yang terpilih adalah metode EOI, karena metode
EOI memberikan pengurangan ongkos yang paling besar.