Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Struktur Modal Optimal Pada Perusahaan di Bidang Industri Semen Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2012-2017
Rd Firly Fatimiyah (2019) | Tugas Akhir | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Perusahaan harus menentukan komposisi modal yang optimal antara Debt dan Equity dalam menetapkan kebijakan struktur modal, dengan mempertimbangkan kebutuhan dana dan kemampuan cash flow sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penetapan struktur modal yang optimal pada perusahaan di bidang industri semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2017. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, dan PT Semen Indonesia Tbk yang diolah dengan menggunakan metode perhitungan cost of capital (COC) dan Weight Average Cost of Capital (WACC). Hasil penelitian didapatkan bahwa PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk memiliki struktur modal optimal pada tahun 2015 yang terdiri dari 4,35% hutang jangka panjang, 95,65% saham biasa, dan 0,00% saham preferen. Sementara itu, konsep struktur modal optimal tidak terjadi pada PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Semen Indonesia Tbk. Kata Kunci : struktur modal, biaya modal, biaya modal rata-rata tertimbang, nilai perusahaan, struktur modal optimal
Ringkasan Alternatif
The company must determine an optimal capital composition between Debt and Equity In determining the capital structure policy by considering the need for funds and cash flow capability so as to maximize the firm value. This study aims to analyze the determination of an optimal capital structure in companies in the cement industry listed on the Indonesia Stock Exchange Period 2012-2017. The data used are secondary data obtained from the financial statements of PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, and PT Semen Indonesia Tbk which are processed using the method of calculating the cost of capital (COC) and Weight Average Cost of Capital (WACC). The results showed that PT Indocement Tunggal Prakasa has an optimal capital structure in 2015 which consists of 4.35% of long-term debt, 95.65% of common stock, and 0.00% of preferred stock. Meanwhile, the concept of optimal capital structure is not occured in PT Holcim Indonesia Tbk and PT Semen Indonesia Tbk. Keyword: Capital structure, cost of capital, Weight Average Cost of Capital (WACC), firm value, optimal capital structure
Sumber
Judul Serupa
- Pengaruh Profitabilitas dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan (Pada Perusahaan Industri Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2013)