Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Analisis Tingkat Kesehatan Kinerja Keuangan Perusahaan BUMN Bidang Industri Pertahanan (Indhan) Indonesia Periode 2015-2019
Angga Nugraha (2022) | Tugas Akhir | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini berusaha menguraikan kualitas kinerja keuangan perusahaan BUMN Bidang Industri Pertahanan (Indhan) Indonesia dalam kurun waktu periode 2015-2019 yang diukur menggunakan standar acuan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor KEP-100/MBU/2002. Indikator penilaian yang menjadi alat penilaian terdiri atas 8 indikator yakni Return on Equity, Return on Investment, rasio kas, rasio lancar, collection periods, perputaran persediaan, perputaraan total aset, dan rasio total modal sendiri terhadap total aset. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang bervariatif. PT Dahana (Persero) memperoleh tingkat kesehatan keuangan Sehat pada 2015-2018 dan Sehat pada 2019. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) memperoleh tingkat kesehatan keuangan Kurang Sehat pada 2015-2016, kemudian pada 2017 memperoleh “Kurang Sehat hingga menurun di 2018 dan 2019 menjadi Tidak Sehat . PT Pindad (Persero) memperoleh hasil kinerja keuangan dengan nilai “Kurang Sehat pada 2015-2017, kemudian Sehat di tahun 2018 dan menurun pada 2019 menjadi Kurang Sehat.
Ringkasan Alternatif
This study seeks to describe the quality of financial performance of Indonesian Defense Industry (Indhan) BUMN companies in the 2015-2019 period as measured using a reference standard based on the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises (BUMN) Number KEP-100/MBU/2002. The assessment indicators used as an assessment tool consist of 8 indicators, namely Return on Equity, Return on Investment, cash ratio, current ratio, collection periods, inventory turnover, total asset turnover, and the ratio of total equity to total assets. The results of the study showed varied results. PT Dahana (Persero) obtained a “Sehat level of financial health in 2015-2018 and “Sehat in 2019. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) obtained a “Kurang Sehat level of financial health in 2015-2016, then in 2017 received a "Kurang Sehat BB" to decrease in 2018 and 2019 to "Tidak Sehat CCC". PT Pindad (Persero) obtained financial performance results with a value of "Kurang Sehat BBB" in 2015-2017, then "Sehat A" in 2018 and decreased in 2019 to "Kurang Sehat BBB".
Sumber