Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Asuhan Keperawatan Pada Tn. M dengan Diabetes MellituS Tipe 2 di Ruang Melati Rumah Sakit Balung Jember. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.
Penyakit (2017) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun absolut (Sudoyo, et.al, 2009). Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah yaitu untuk orang normal (non diabetes) waktu puasa antara 60-120 mg/dL dan dua jam sesudah makan dibawah 140 mg/dL. Bila terjadi gangguan pada kerja insulin, keseimbangan tersebut akan terganggu sehingga kadar glukosa darah cenderung naik. Gejala bagi penderita diabetes mellitus adalah dengan keluhan keluhan banyak minum (polidipsi), banyak makan (poliphagia), banyak buang air kecil (poliuri), badan lemas serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, kadar gula darah pada waktu puasa ≥126 mg/dL dan kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL (Badawi, 2009). Penulis melakukan pengkajian pada tanggal 31 Juni 2016 dan merupakan hari Kedua Tn. M dirawat dengan diagnosis Diabetes Mellitus. Pada tahap pengkajian menurut teori ada beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi langsung, wawancara dengan klien, pemeriksaan fisik head to toe,hasil pemeriksaan penunjang, catatan medis, catatan keperawatan dan informasi dari perawat ruangan. Diagnosis keperawatan yang ditemukan pada klien Tn. M yaitu nyeri akut yang berhubungan dengan diskontinuitas jaringan sekunder akibat diabetes mellitus, perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan intake inadekuat, dan intolransi aktivitas berhubungan dengan penurunan kemampuan mobilisasi sekunder akibat diabetes mellitus. Meningkatkan penyuluhan kesehatan pada pasien Diabetes Mellitus tentang proses penyakit, perawatan, diit dan pencegahan Diabetes Mellitus dengan melibatkan keluarga klien sehingga dapat menanggulangi keparahan dan komplikasi penyakit Diabetes Mellitus.
Ringkasan Alternatif
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun absolut (Sudoyo, et.al, 2009). Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah yaitu untuk orang normal (non diabetes) waktu puasa antara 60-120 mg/dL dan dua jam sesudah makan dibawah 140 mg/dL. Bila terjadi gangguan pada kerja insulin, keseimbangan tersebut akan terganggu sehingga kadar glukosa darah cenderung naik. Gejala bagi penderita diabetes mellitus adalah dengan keluhan keluhan banyak minum (polidipsi), banyak makan (poliphagia), banyak buang air kecil (poliuri), badan lemas serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, kadar gula darah pada waktu puasa ≥126 mg/dL dan kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL (Badawi, 2009). Penulis melakukan pengkajian pada tanggal 31 Juni 2016 dan merupakan hari Kedua Tn. M dirawat dengan diagnosis Diabetes Mellitus. Pada tahap pengkajian menurut teori ada beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi langsung, wawancara dengan klien, pemeriksaan fisik head to toe,hasil pemeriksaan penunjang, catatan medis, catatan keperawatan dan informasi dari perawat ruangan. Diagnosis keperawatan yang ditemukan pada klien Tn. M yaitu nyeri akut yang berhubungan dengan diskontinuitas jaringan sekunder akibat diabetes mellitus, perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan intake inadekuat, dan intolransi aktivitas berhubungan dengan penurunan kemampuan mobilisasi sekunder akibat diabetes mellitus. Meningkatkan penyuluhan kesehatan pada pasien Diabetes Mellitus tentang proses penyakit, perawatan, diit dan pencegahan Diabetes Mellitus dengan melibatkan keluarga klien sehingga dapat menanggulangi keparahan dan komplikasi penyakit Diabetes Mellitus.