Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
BENTUK KOMUNIKASI PERSUASIF PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) LOKALISASI PADANG BULAN DENGAN CALON PELANGGAN (Study Kasus Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi)
DIRGHA HERIAWAN (2016) | Skripsi | Ilmu Komunikasi , Ilmu Komunikasi , Ilmu Komunikasi
Bagikan
Ringkasan
Setiap pekerja seks komersial didunia ini memiliki jalan hidup dan latar belakang kehidupan yang berbeda. Mereka hidup dengan perjuangan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, dari resiko penyakit kelamin hingga kekerasan dan penganiayaan. Namun itu memang sudah menjadi pilihan mereka, menjadi seorang PSK dengan segala resikonya. Dengan cara berkomunikasi yang sangat beragam, PSK ini juga mulai belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan bisa menarik minat para pelangganya, para pekerja seks komersial saling berlomba-lomba dan bersaing untuk bisa selalu memuaskan hasrat para pelanggan, selalu berusaha memberikan pelayanan yang memuaskan. Pastinya dengan berbagai cara , dengan merias diri secantik mungkin, berpakaian seminim mungkin, dengan sedikit menonjolkan bagian tubuh yang dirasa paling sexy dan selalu merawat tubuh mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka juga harus pandai dalam berbicara, dengan bertutur kata halus, manis dan sopan agar pelanggan merasa nyaman. Penutupan dan pengilegalan lokalisasi tidak serta membuat para pekerja seks komersial berhenti dari pekerjaan memuaskan hasrat para laki-laki. Dengan kegiatan menjual diri secara sembunyi-sembunyi, para PSK ini melakukanya dengan sangat hati-hati. Karena menurut mereka, mereka, mereka sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa di hilangkan. karena selalu saja ada lelaki yang mencari mereka, dimanapun mereka, mereka akan selalu dicari.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang mana dalam penelitian ini berisi mengenai gambaran pengamatan orang, tindakan dan pembicaraan atau berkomunikasi. Dalam proses komunikasi yang dilakukan oleh para pekerja seks komersial yaitu menggunakan metode verbal dan nonverbal. Dengan tersusunnya hasil penelitian ini semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi para masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan prostitusi yang tidak pernah bisa mati.
Ringkasan Alternatif
Each commercial sex workers in this world has a way of life and different walks of life. They live with the fight very hard and fraught with risks, the risk of venereal disease to violence and abuse. But it had been their choice, becomes a prostitute to all hazards. By way of communicating that is very diverse, PSK is also starting to learn how to communicate well and can attract the interest of its customers, commercial sex workers are competing with each other and compete to be always satisfy the desires of its customers, always striving to provide satisfactory services. Certainly in many ways, by dressing up as beautiful as possible, dressed as little as possible, with a little highlight parts of the body that feels most sexy and always take care of their bodies from head to toe. They must also be proficient in speaking, with smooth-spoken, sweet and polite so that customers feel comfortable. Closure and pengilegalan localization does not make commercial sex workers to quit their jobs to satisfy the desires of the male. By selling yourself activities clandestinely, the PSK is do it very carefully. Because according to them, they are, they have become a necessity that can not be eliminated. because there were always men who are looking for them, wherever they are, they will always be sought.
The method used in this research is descriptive qualitative where this research provides an overview of the observation of people, act and talk or communicate. In the process of communication made by commercial sex workers are using verbal and nonverbal. With the completion of this research may be beneficial to all parties, especially for the community and the government in addressing the problems of prostitution that can never die