Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Campuran Geopolimer Fly Ash sebagai Material Mortar Perbaikan
Susanto Triyogo Adiputro (2016) | Skripsi | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Penggunaan fly ash sebagai bahan material campuran mortar repair geopolimer sangat potensial untuk digunakan dalam pekerjaan perbaikan beton. Berdasarkan hasil penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa geopolimer memiliki sifat-sifat teknik yang baik, seperti kekuatan dan keawetan yang tinggi. Selain itu, penggunaan mortar repair geopolimer yang memanfaatkan limbah PLTU, dapat mengurangi emisi gas CO₂ yang dihasilkan oleh industri semen dan tetntunya lebih ekonomis. Akan tetapi fly ash tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen, untuk itu diperlukan alkali aktivator yaitu Sodium Hidroksida (NaOH) dan Sodium Silikat (Na₂SiO₃) untuk membantu proses polimerisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh komposisi campuran material perbaikan dengan bahan tambah sodium silikat dan sodium hidroksida yang benar sehingga dapat menghasilkan campuran geopolimer fly ash 100% sebagai material perbaikan dengan mutu tinggi untuk digunakan sebagai perbaikan struktur beton. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan membuat mortar repair geopolimer dengan parameter perbandingan solution-fly ash dan kadar air, yaitu dengan perbandingan solution-fly ash 0,35 dan 0,4 dengan variasi kadar air 12,5%, 17,5%, 20%, dan 22,5%. Parameter yang kedua adalah dengan penggunaan pasir pada mortar repai geopolimer 1:1. Parameter yang ketigaadalah pengaruh waktu persiapan larutan alkali, dengan variasi larutan didiamkan selama 12 jam, didiamkan 6 jam, dan tidak didiamkan. Setelah didapatkan parameter yang paling maksimum, maka mortar repair geopolimer diaplikasikan pada beton lama untuk mengetahui keruntuhan uji tekan dan kekuatan uji gesernya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Dalam pengujian kuat geser mortar repair geopolimer yang diaplikasikan pada beton lama dengan variasi permukaan beton yang tanpa tretment, chipping tanpa dibasahi, dan chipping dibasahi. Hasil kuat tekan keruntuhan menunjukkan bahwa beton lama lebih dahulu hancur dibandingkan dengan mortar repair geopolimer, hal ini terjadi karena kekuatan beton lama yang lebih rendah dibandingkan mortar repair geopolimer. Hasil kuat geser menunjukkan mortar repair geopolimer yang diaplikasikan pada beton lama yang permukaannya tanpa treatment menghasilkan kuat geser tertinggi yaitu denganj kuat geser rata-rata sebesar 2,845 MPa dibandingkan mortar repair geopolimer yang permukaan beton lamanya chipping tanpa dibasahi dan chipping dibasahi. Dapat disimpulkan bahwa komposisi campuran material perbaikan dengan bahan tambahan yang benar sehingga dapat menghasilkan campuran geopolimer fly ash mutu tinggi adalah fly ash 1824,615 gram, NaOH 273,69 gram, Na₂SiO₃ 136,84 gram, dan air 228,08 gram Kata Kunci: alkali aktivator, beton, fly ash, geopolimer, mortar, setting time.
Ringkasan Alternatif
Fly ash is a mixture material of mortar repair geopolymer, is very potential to be used on repairing concrete. According to the result of previous studies, geopolymer has good technical quality, such as strength and also good preservations. Moreover, using mortar repair geopolimer which is used by the PLTU Suryalaya waste are able to reduce CO2 gas that is resulted by industrial cement and also it is more economic. Meanwhile, fly ash do not have ability to bind like cement so it will need alkali activator such as Sodium Hidroksida (NaOH) and Sodium Silikat (Na2Sio₃). They could help polymerisasi proses. The aim of this research is to get composition of mortar repair geopolymer with Sodium Hidroksida (NaOH) and Sodium Silikat (Na2Sio₃) so that it will produce 100% of mortar repair geopolymer that are used as prepairing the concrete structure. This study used experimental method. It means that this study is about making mortar repair geopolymer based on the mix parameter between solution-fly ash of 0,35 and o,4 with water varitions of 12,5%, 17,5%, 20%, and 22,5%. The second parameter is with using sand on the mortar repair geopolimer 1:1. The third parameter is the influence of repairing time between alkali solution and other water varitions during 12 hours, they are silinced during 6 hours, and then they are not silinced. After getting the maximum parameter, mortar repair geopolymer could be applied at the last concrete to know the compressive strength and the shear test. According to the result of this study, on slide strength of mortar repair geopolymer that have been applied at the last concrete with using concrete varitions without using tretment, chipping that without using water, and also chipping with using water. The result of compressive strength, indicate old concrete crushed earlier than mortar repair geopolymer. This happens because of old concrete strength is less than mortar repair geopolymer. The result of this study also show that the shear test of mortar repair geopolymer that have been applied at the last concrete is averrage 2,845 MPa than the chipping of mortar repair geopolymer without using water and also the chipping of mortar repair geopolymer with using water. It could be conclude that composisi of mixing this materials varition so that it could produce the best quality of fly ash of 1824,615 gram, NaOH of 273,69 gram, Na₂SiO₃ of 136,84 gram, and water of 228,08 gram. Key words : alkaline activator, concrete ,fly ash, geopolymer, mortar
Sumber