Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Dampak Kebijakan Supervisory Action OJK pada Bank Konvensional terhadap Likuiditas dan Rentabilitas BUS dan UUS di Indonesia
Wiwit Ayu Rizqia (2018) | Skripsi | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini dilakukan untuk menguji perbedaan likuiditas dan rentabilitas pada Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) antara sebelum dan sesudah adanya kebijakan supervisory action OJK tentang pembatasan suku bunga deposito bank konvensional. Rasio keuangan yang menjadi indikator likuiditas adalah Rasio Cepat (Quick Ratio) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) sedangkan indikator rentabilitas adalah Net Operating Margin (NOM) dan Return On Assets (ROA). Periode data penelitian ini adalah 48 bulan yaitu 24 bulan sebelum adanya kebijakan supervisory action OJK yang dimulai pada bulan Oktober 2012 sampai September 2014 dan 24 bulan sesudah adanya kebijakan supervisory action OJK yang dimulai pada bulan Oktober 2014 sampai September 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah (SPS) yang dipublikasikan oleh OJK melalui website. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa uji beda menggunakan SPSS 19.0 dengan metode paired sample t test dan wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi perbedaan rata-rata quick ratio antara sebelum dan sesudah adanya kebijakan supervisory action OJK sebesar 0,05%, perbedaan rata-rata FDR sebesar 8,73%, perbedaan rata-rata NOM sebesar 0,64% dan perbedaan rata-rata pada ROA sebesar 0,9%. Hasil uji statistik menunjukan bahwa quick ratio tidak terdapat perbedaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,297, rasio FDR terdapat perbedaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, rasio NOM tidak terdapat perbedaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,149, dan ROA terdapat perbedaaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kata kunci: Quick Ratio, FDR, NOM, ROA, Kebijakan Supervisory OJK.
Ringkasan Alternatif
This research was conducted to test the difference of liquidity and rentability in Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) between before and after the OJK supervisory action policy about the limitation of conventional bank deposit interest rate. Financial ratios that become liquidity indicators are Quick Ratio and Financing to Deposit Ratio (FDR) while profitability indicators are Net Operating Margin (NOM) and Return On Assets (ROA). The period of this research data is 48 months that is 24 months before the OJK supervisory action policy which commences from October 2012 to September 2014 and 24 months after the OJK supervisory action policy commenced in October 2014 until September 2016. The data used in this study were obtained from Sharia Banking Statistics (SPS) published by OJK through the website. Analysis technique used in this research is different test analysis using SPSS 19.0 with paired sample t test and wilcoxon signed ranks test. The result of this research shows that there is difference of quick ratio average between before and after existence of OJK supervisory action policy equal to 0,05%, difference of average of FDR equal to 8,73%, difference of average of NOM equal to 0,64% and difference On ROA of 0.9%. The result of statistical test shows that quick ratio is not different with the significance value of 0.297, the ratio of FDR is different with the significance value of 0,000, the NOM ratio is not different from the significance value of 0.149, and the ROA is different with the significance value of 0.000. Keywords: Quick Ratio, FDR, NOM, ROA, OJK supervisory action policy.
Sumber