Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Desain Perkuatan Elemen Struktur Balok dan Kolom Gedung F Politeknik Negeri Bandung dengan Menggunakan FRP (Fibre Reinforced Polymer)
Favian Sheva Khristiawan (2022) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
ABSTRAK Indonesia termasuk ke dalam wilayah cincin api yang membuat kawasan Indonesia rawan gempa. Banyaknya gempa di Indonesia menyebabkan banyak bangunan yang mengalami kerusakan. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat menurunkan kapasitas maupun ketahanan yang sudah direncanakan sebelumnya. Oleh karena itu, di dalam SNI 1726:2019 mensyaratkan suatu bangunan gedung dan non-gedung untuk direncakan ketahanannya terhadap gempa. Gempa bukan satu-satunya penyebab suatu bangunan mengalami penurunan kapasitas. Penyebab lain yang dapat menyebabkan suatu bangunan mengalami penurunan kapasitas yaitu desain bangunan yang tidak memadai, terjadi kesalahan dalam pelaksanaan, adanya beban berlebih atau overload, mutu beton yang tidak sesuai dengan persyaratan, dan lain sebagainya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat suatu bangunan gedung, diantaranya : penambahan dimensi dari elemen struktur beton, steel plate bonding, memperpendek bentang struktur, external stressing, dan perkuatan dengan FRP (Fibre Reinforced Polymer). Salah satu perkuatan struktur yang mudah untuk digunakan adalah perkuatan dengan menggunakan FRP (Fibre Reinforced Polymer). FRP (Fibre Reinforced Polymer) merupakan alternatif dari teknik perkuatan konvensional. Sistem FRP didefinisikan sebagai serat dan resin yang digunakan untuk membuat laminasi komposit, semua resin yang berlaku digunakan untuk mengikatnya ke substrat beton. FRP memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan jenis perkuatan yang lain, seperti karakteristik yang sangat ringan dan tipis sehingga perkuatan tidak mengakibatkan penambahan dimensi. Memiliki kuat tarik yang besar dan mudah serta cepat dalam pemasangannya. Beberapa elemen kolom dan balok dari suatu bangunan gedung di Politeknik Negeri Bandung tidak memenuhi persyaratan struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), sehingga membutuhkan suatu perkuatan struktur. Untuk mendapatkan perkuatan yang efektif, perlu diperhitungkan peningkatan kapasitas yang dibutuhkan. Kemudian dilakukan perhitungan perkuatan struktur menggunakan FRP berdasarkan ACI 440-2R-08. Lalu dilakukan pemodelan metode pelaksanaan perkuatan menggunakan FRP dengan menggunakan software Sketchup.
Ringkasan Alternatif
Indonesia is included in the ring of fire, which makes Indonesia is an earthquake-prone area. The number of the earthquake in Indonesia caused many buildings to be damaged. These damages can reduce the capacity and the resistance of the buildings that have been planned. Therefore, SNI 1726:2019 requires a building and non-building to be planned for earthquake resistance. Earthquake is not the only cause of the capacity decrease of a building. Other causes that can cause it are inadequate building design, errors in implementation, excess loads, or overloads. Concrete quality that doesn't comply with the requirements, and so on. Many ways can be done to strengthen a building, including adding dimensions of concrete structural elements, steel plate bonding, shortening the span of the structure, external stressing, and strengthening with FRP (Fiber Reinforced Polymer). One of the easy-to-use structural reinforcement is reinforcement using FRP (Fiber Reinforced Polymer). FRP (Fiber Reinforced Polymer) is an alternative to traditional reinforcement techniques. The FRP system is defined as the fibers and resins used to make composite laminates, all applicable resins being used to bond them to the concrete substrate. FRP has several advantages compared to other types of reinforcement, such as the characteristics of being very light and thin so that reinforcement does not result in additional dimensions. It has great tensile strength and is easy and quick to install. Some columns and beams elements of a building at the Politeknik Negeri Bandung do not meet the structural requirements of the Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), thus requiring structural reinforcement. To obtain effective reinforcement, it is necessary to take into account the required capacity increase. Then the calculation of structural reinforcement using FRP based on ACI 440-2R-08 is carried out. Then modeling the method of implementing the reinforcement using FRP using the Sketchup software.