Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Dispenser Berbayar dengan Sensor Load Cell sebagai Pendeteksi Volume Air pada Galon berbasis Mikrokontroler
Raka Bayuwana Suraatmaja (2021) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Sampah plastik di Indonesia selalu menjadi permasalahan yang semakin memburuk. Salah satu penyumbang sampah plastik terbanyak adalah air minum dalam kemasan botol plastik. Penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) yang menggunakan kemasan botol plastik yang selalu meningkat menjadi indikator tingginya kebutuhan masyarakat terhadap air minum dalam kemasan. Meskipun telah ada gerakan pemakaian botol air minum yang dapat dipakai berulang kali untuk mengurangi pemakaian kemasan botol plastik, gerakan tersebut masih belum dapat memecahkan masalah sampah kemasan botol plastik, karena para pengguna botol air minum tetap membeli air minum dalam kemasan jika isi botol air minum telah habis. Keberadaan alat yang dapat mengisi ulang air minum tanpa disertai kemasannya dapat mengurangi kebutuhan masyarakat, termasuk masyarakat dengan disabilitas akan air minum dalam kemasan botol plastik. Pengguna dapat mengisi ulang botol air minum dengan takaran yang sesuai dengan nominal uang logam yang dimasukkan pada alat. Uang logam yang dimasukkan dipilah melalui saluran yang disesuaikan dengan dimensi uang logam. Uang logam yang dapat diterima oleh alat untuk mengeluarkan air minum adalah uang logam Rp500 TE2003. Uang logam yang telah melewati saluran pemilah lalu menekan limit switchyang kemudian menjadi input ke modul mikrokontroler. Volume air pada galon diukur menggunakan load cell, sehingga uang logam yang dimasukkan pengguna jika air pada galon telah habis akan kembali kepada pengguna.
Ringkasan Alternatif
Plastic waste in Indonesia has always been a worsening problem. One of the biggest contributors to plastic waste is plastic-bottled drinking water. The increasing sales of plastic-bottled drinking water is an indicator of the high demand for plastic-bottled drinking water. Although there have been a movement to use a tumbler to reduce the use of plastic-bottled drinking water, the movement has not been able to solve the problem completely because the users of tumbler would still buy a plastic-bottled drinking water if the water inside their tumbler has been empty. A machine to refill drinking water without packaging can reduce people’s need, including disability people’s need for plastic-bottled drinking water. The users can refill the drinking water in quantities that match the total nominals that are inserted into the machine. Coins that are inserted are sorted through a channel which the size is adjusted to the dimension of the coins. Coins that have passed through the sorting channel then would press the limit switch which then become an input to the microcontroller module. Coin types that would pass through the sorting channel are Rp500 TE2003. The volume of water in the gallon is measured using a load cell, so that the coin inserted by the user will return to the user if the water in the gallon has been empty or less than the rate the user desired.
Sumber