Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
EFEKTIFITAS INTERVAL DAN LAMA FERMENTASI PESTISIDA NABATI PAITAN (Tithonia diversifolia) SEBAGAI PENGENDALI HAMA PADA TANAMAN KACANG HIJAU
diyah (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga yang banyak dibudidayakan setelah kedelai dan kacang tanah. Produksi kacang hijau cenderung meningkat selama kurun waktu tiga tahun terakhir (2013 sampai 2015) berturut-turut 57.686 ton, 60.310 ton, dan 67.821 ton. Serangan hama merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya hasil di tingkat petani. Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kacang hijau yaitu lalat kacang, penggerek polong dan kutu trips serta panyakit yang menyerang bercak daun, busuk batang/layu, penyakit puru dan embun tepung. Pengendalian hama umumnya menggunakan pestisida kimia, namun dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, resistensi, resurgensi hama, dan akan mematikan serangga bukan target yang berguna bagi ekosistem pertanian. Oleh karena itu perlu mencari alternatif cara pengendalian OPT yang dapat mengurangi penggunaan insektisida kimia. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia, dengan menggunakan pestisida nabati, diantaranya dengan menggunakan tanaman tembakau, sirsak, srikaya, mimba, paitan, sereh, dan cengkeh. Paitan (T.diversifolia) merupakan tanaman perdu tegak, mencapai tinggi 9 meter, bertunas, merayap dalam tanah, warna bunganya kuning indah. Bahan aktif yang terdapat pada pestisida nabati paitan adalah Saponin, polifenol dan flavonoida yang bersifat sebagai racun syaraf, racun perut, penolak (repellen). Keunggulan pestisida nabati, yaitu mengalami degradasi/ penguraian yang cepat, memiliki efek/pengaruh yang cepat, fitotoksitas rendah, relatif lebih aman pada manusia, murah dan mudah dibuat oleh petani. OPT sasaran : Spodoptera exigua, Liriomyza sp., Alternaria sp., dan karat daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval penyemprotan berpengaruh nyata pada variabel intensitas daun rusak umur 30, 44, dan 59 hst, berat polong pertanaman, persentase polong rusak dan polong sehat pertanaman serta perplot.
Ringkasan Alternatif
Mung bean (Vigna radiata L.) is the third legumes, grown after soybeans and peanuts. Green bean production tends to increase during the period of the past three years (2013 to 2015) in a row 57.686 tonnes, 60.310 tonnes, and 67.821 tonnes. Pest attacks is one of the factors causing low yields at the farm level. Pests attacking green beans are the bean fly, pod borers and mites that attack panyakit trips and leaf spot, stem rot / wilt, ulcer disease and powdery mildew. Pest control generally use chemical pesticides, but can cause environmental pollution, resistance, pest resurgence, and will not kill insects useful targets for the agricultural ecosystem. Therefore, it needs to find alternative means of pest control which can reduce the use of chemical insecticides. Efforts to reduce reliance on the use of chemical pesticides, using botanical pesticides, such as by using tobacco plants, soursop, sugar apple, neem, paitan, lemongrass, and clove. Paitan (T.diversifolia) is an erect herbaceous plant, reaching a height of 9 meters, sprout, creeping into the ground, a beautiful yellow color flowers. The active ingredient contained in paitan botanical pesticides is saponins, polyphenols and flavonoids which act as a nerve poison, stomach poison, repellent (repellen). Excellence pesticide plant, which is subject to degradation / decomposition is faster, has the effect / influence of fast, low fitotoksitas, relatively safe in humans, cheap and easily made by farmers. Target pests: Spodoptera exigua, Liriomyza sp., Alternaria sp., and leaf rust. The results showed that the real effect on the spraying intervals of variable intensity was broken leaf aged 30, 44, and 59 days after planting, planting pods weight, the percentage of polling was broken and healthy peas planting and beds.