Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Ekspresi Bentuk Masjid Agung Demak Dan Masjid Agung Jawa Tengah Dalam Transformasi Perubahan Zaman
Ayyub H.B. Nurman. M.S. (2017) | Tesis | -
Bagikan
Ringkasan
Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Jawa Tengah merupakan dua masjid yang dibangun bertujuan untuk merepresentasikan Islam Jawa. Walaupun keduanya dibangun dengan tujuan yang serupa tapi kedua bangunan yang merupakan pusat peribadatan ummat Islam ini memiliki latar belakang budaya yang berbeda, keduanya juga diciptakan pada masa yang berbeda pula, Masjid Agung Demak dibangun pada abad ke 15, sedangkan Masjid Agung Jawa Tengah dibangun pada abad 21. Tesis ini mencoba menyandingkan dua pola pemikiran untuk sebuah tujuan yang sama, meskipun dua pola pemikiran di atas berbeda ruang dan waktunya. Oleh karena itu tesis ini ditulis dengan metode deskriptif kualitatif, penulis mengamati wujud yang ada secara rinci dari dua sosok bangunan masjid tersebut, tulisan pada tesis ini berupa komentar berdasarkan segala informasi berupa data ataupun gambar, penulis bertujuan untuk mengkaji segi arsitektonis dari kedua masjid sebagai pengamat saja. Berdasarkan analisa pada tesis ini, kedua masjid memiliki persamaan dan perbedaan yang mencolok, persamaan yang paling mencolok yaitu, keduanya sama-sama menggunakan struktur bangunan candi yang berundak untuk diterapkan pada konsep bangunannya, sedangkan salah satu perbedaan yang mencolok dari keduanya yaitu, pada Masjid Agung Demak bangunannya berorientasi pada Islam Jawa tradisional, sedangkan pada Masjid Agung Jawa Tengah, bangunannya berorientasi pada Islam Jawa modern yang mengikuti perkembangan zaman.
Ringkasan Alternatif
Demak Grand Mosque and Central java Grand Mosque, both were built to represent the Javanese Islam. Though both were built for the same aim, the two buildings as center of MoslemÂ’s warship have different cultural background, and were built in different eras. Demak Grand Mosque was founded in the 15th century, whereas Central Java Grand Mosque was created in the 21th century. This thesis tries to pair two thought patterns though they arose in different space and time. The thesis is using the descriptive qualitative method, and the author observes the architectural forms and decorative details of the two mosques in connection with informations and datas from different sources. Based on the analysis in this thesis the author found that those two mosques have some striking similarities and differences. The most striking similarity is that both mosques have used the structure of Hinduistic tempels which had different levels with staircases, whereas one striking difference is that Demak Grand Mosque is oriented only to traditional Javanese Islam, however Central Java Grand MosqueÂ’s building follows modern times expressions of Javanese Islam.
Sumber