Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Faktor-faktor Kenakalan Remaja Pada Siswa-siswi MAN Genteng Banyuwangi
Lutfi Akrom M (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Kenakalan Remaja adalah bentuk perilaku menyimpang dari norma sosial, hukum, dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kenakalan remaja pada siswa-siswi MAN Genteng seperti membolos, berbohong, sex pranikah dan balap liar.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Metode pengambilan data menggunakan skala faktor kenakalan remaja dengan bentuk semantik diferensial yang disusun berdasarkan faktor-faktor yang mendorong kenakalan remaja yang dikemukakan oleh Willis (2014). Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi MAN Genteng Banyuwangi dari kelas X dan XI berjumlah 194 siswa yang ditentukan dengan metode accidental samping yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Metode analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, Uji Normalitas, dan Uji Analisis Faktor.Hasil Penelitian ini menunjukkan reliabilitas sebesar 0,751 yang berarti skala yang digunakan reliabel atau konsisten. Hasil analisis faktor menunjukkan dari 8 faktor yang digunakan dalam penelitian memperoleh hasil 55,273% yang berarti faktor-faktor tersebut belum cukup mewakili faktor-faktor kenakalan remaja, ada faktor lain yang juga dapat mempengaruhi perilaku menyimpang remaja seperti faktor letak demografis dan juga faktor budaya. MAN Genteng Banyuwangi terletak di daerah banyuwangi bagian Jawa Timur pulau Jawa dan merupakan masyarakat dengan budaya pendalungan yaitu percampuran antara budaya Jawa, Madura, Osing, dan Bali. Kebanyakan budaya yang ada di MAN Genteng Banyuwangi adalah 53% budaya Jawa dan tingkat pendidikan orang tua siswa dan siswi banyuwangi adalah SMA yang mempengaruhi perilaku dengan prosentase sebesar 64,4% dari data survey yang dilakukan peneliti.
Ringkasan Alternatif
Juvenille delinquency is a form of deviant behavior of social norms, laws, and religion. This study aims to determine the factors of juvenile delinquency in students MAN Genteng as though ditching, lying, and illegal racing.
This research usesmethod. descriptive quantitative The method of collecting data using a scale of juvenile deliquency with a form semantic differential that is based on factors that encourage juvenile delinquency put forward by Willis (2014). Samples of this study were students of class X and XI MAN Genteng, Banyuwangi sample 194 students, determined by accidental sampling methods. Methods of data analysis using validity, reliability, normality test and test of factor analysis.
The results of this study show the reliability were 0,751, its means that the scale used is reliable or consistent. The results of the factor analysis showed eight factors used in obtaining research results 55,273%, which means that these factors have not been adequately represent factors of juvenile delinquency, there are other factors that can also affect adolescents deviant behavior such as the location of demographic factors and cultural factors. MAN tile located in Banyuwangi, East Java Banyuwangi part of Java and is a society with a culture that is a mixture of cultures Pendalungan Java, Madura, Osing, and Bali. The most cultures in MAN Genteng Banyuwangi was 53% of Javanese culture and parental education of students 64,4% was SMA. This result from survey by researcher in MAN Genteng BanyuwangiÃâs School. That matter also effect on adolescent behavior, including juvenile delinquency.