Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Fotografi Pementasan Teater Dengan Teknik Freeze Motion Di Dalam Gedung Pertunjukan (Analisis visual foto pementasan Maaf-Maaf-Maaf dan Sayang Ada Orang Lain produksi Teater Lakon UPI Bandung )
Farid Shobri NIM. (2010) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Pementasan teater didalam gedung pertunjukan adalah sebuah lahan estetis
yang subur bagi fotografer untuk mengabadikan momen-momen yang telah diatur
dan dirancang oleh seluruh pendukung pementasan mencakup sutradara, pemain,
tata panggung, tata lampu, tata suara, make-up dan kostum. Fotografi pementasan
teater diperlukan untuk kebutuhan dokumentasi dan media evaluasi bagi kelompok
tater, digunakan sebagai ilustrasi publikasi dalam berbagai media, dan juga menjadi
karya foto bagi fotografernya.
Teknik-teknik khusus dalam fotografi pementasan teater menjadi sangat
diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya foto yang berkualitas, dimana foto
memiliki pesan, layak secara teknis, estetik dan artistik serta dalam presentasinya.
Dalam kondisi pencahayaan yang minim, hanya menggunakan cahaya yang ada
dalam teater, gerakan pemain yang dinamis dan aturan yang harus ditaati fotografer
sebagai penonton, untuk menangkap gerakan pemain teknik freeze motion telah
dilakukan dengan baik pada foto-foto yang terpilih.
Foto-foto pementasan produksi teater Lakon dengan judul Maaf-Maaf-Maaf
karya Nano Riantiarno dan Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani
dipilih sebagai objek dalam penelitian ini. Dengan menganalisa foto-foto dari kedua
pementasan tersebut maka dapat diketahui perbandingan teknik yang digunakan
dalam kondisi-kondisi tertentu.
Ringkasan Alternatif
Theater performances in the building is a fertile aesthetic area for the photographer
to capture moments that have been organized and designed by all the supporting performances
include the director, actors, stage manager, lighting, music arranger, make-up and costumes
stylist. Theater photography is required for the needs of documentation and evaluation media
for Theater group, used as illustrations in various media publications, and also a photo of the
photographer's work.
Special techniques in theater photography became very needed to create a work of
high quality images, where the pictures have a message, technically feasible, aesthetic and
artistic, and in presentation. In low lighting conditions, using only available light in the
theater, dynamic movement of players and rules must be obeyed to photographers as
spectators, to capture the movements actors by freeze-motion technique have done well on the
photos selected.
Photographs of tater Lakon production with the title Maaf-Maaf-Maaf by Nano
Riantiarno and Sayang Ada Orang Lain by Utuy Tatang Sontani selected as the objects in
this research. By analyzing the photos of both performances that then can be found comparing
the techniques used in certain conditions.