Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA JEMBER
EDO NURMIANZAH (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Kecemasan narapidana terjadi karena relasi dan pola yang kurang tepat dari individu sebagai figure dan setiap kejadian-kejadian yang dialami sebagai background-nya. Keadaan tersebut membuat individu kehilangan ‘meaning’ dalam mengaktualisasikan potensi diri bagi aktualisasi dirinya. Pada keadaan ini narapidana membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya. Kecemasan narapidana 38,8% disebabkan kurangnya dukungan dari keluarga. Desain penelitian ini menggunakan korelasional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Dengan pendekatan penelitian menggunakan cross sectional, yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali. Populasinya adalah semua narapidana wanita dilembaga pemasyarakatan kelas IIA Kabupaten Jember, dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan Purposive Sampling yang dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2013 dengan Skala likert. Analisis data bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan narapidana wanita memiliki dukungan keluarga kurang dari 14 orang narapidana wanita (46,7%) dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 5 narapidana wanita (16,7 %) dan kecemasan berat sebanyak 9 narapidana wanita (30 %). kemaknaan 95% (alpha 0,05) didapatkan p value = 0,000. Artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Direkomendasikan pada narapidana untuk memanfatkan kunjungan keluarga dalam hal member perhatian, serta kepedulian keluarga pada narapidana untuk meminimalkan kecemasan.
Ringkasan Alternatif
Anxiety convicts occurs because relationships and patterns that are less precise from the inmate that is as a figure and any events that are experienced as the background. These circumstances make an individual lose 'meaning' to actualize our potential for self-actualization. At this condition the inmate requires attention and affection from her family. Anxiety convicts 38.8% due to lack of support from family. This study uses a correlational design that aims to reveal relationships with anxiety levels of family support. By using a cross-sectional study approach, which emphasizes on the time of measurement or observation of the independent and dependent variable data only once. Its population is all women prisoners of the correctional instituted by IIA class Jember, with a sample of 30 respondents. Sample collection technique using purposive sampling conducted in June and July 2013 with a Likert Scale. Bivariate data analysis using the Spearman Rank test showed female inmates have family support less than 14 female inmates (46.7%) with a moderate level of anxiety as much as 5 female inmates (16.7%) and severe anxiety convicts were 9 women (30%) . 95% significance (alpha 0.05) obtained p value = 0.000. It means that there is a relationship between the level of family support with anxiety, it indicates that there is a significant relationship between the level of family support with anxiety. Recommended on inmates to take advantage of family visits in member care, and family care in order to minimize anxiety convicts.
Sumber
Judul Serupa
  • HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA JEMBER
  • HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA JEMBER